Tawuran Antarwarga di Kandea Pakai Bom Molotov

Kompas.com - 24/05/2013, 17:01 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MAKASSAR, KOMPAS.com — Tawuran antara warga Kecamatan Bontoala melawan warga Kecamatan Tallo di Jalan Kandea 3 masih saja terjadi, Jumat (24/5/2013) siang. Tak hanya menggunakan berbagai senjata tajam, warga juga menggunakan bom molotov.

Aksi saling serang ini dipicu dendam lama. Meski kedua kelompok telah didamaikan oleh aparat keamanan TNI-Polri dan Pemerintah Kota Makassar, tawuran masih saja terjadi.

Tawuran yang terjadi selama beberapa menit selepas shalat Jumat ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, tiga orang pemuda yang diduga terlibat tawuran diamankan polisi. Ketiga warga yang diamankan adalah Baktiar (39) dan Hendra (21) warga Jalan Kandea 3 serta Muh Adnan Kusuma (11) warga Jalan Kubis, Makassar.

Berdasarkan pantauan di lokasi tawuran, sudah banyak rumah warga yang kosong ditinggal pemiliknya. Mereka dikabarkan mengungungsi ke rumah lain yang lebih aman. Pasalnya, tawuran ini kerap terjadi selama sebulan terakhir. 

Pasca-tawuran, aparat kepolisian kemudian melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Di tempat itu, polisi menyita puluhan anak panah yang tertancap di dinding rumah warga, batu yang berserakan di jalanan, dan pecahan botol bom molotov. Rencananya, polisi akan membuat posko keamanan untuk mengantisipasi bentrokan kembali terjadi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi yang dikonfirmasi terkait kasus ini mengatakan, aparat sudah berupaya maksimal untuk menghentikan tawuran di Jalan Kandea. Hanya saja, warga di dua kecamatan itu masih saja terlibat bentrokan.

"Upaya persuasif sudah, represif sudah, perdamaian sudah beberapa kali dan terakhir Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin menghadiri perdamaian itu. Kita juga sudah buatkan perjanjian, namun mereka masih saja tawuran. Polisi juga sering masuk patroli ke daerah itu. Tapi jika polisi tidak ada, warga kembali tawuran. Susah tawuran mau reda di daerah itu, jika bukan kesadaran warga sendiri," kata mantan Wakil Kepala Polrestabes Makassar ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Menghancurkan Secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?'

"Menghancurkan Secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?"

Regional
Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Regional
Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Regional
Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Regional
Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

Regional
Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Regional
3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X