Kompas.com - 23/05/2013, 15:51 WIB
|
EditorFarid Assifa

GORONTALO, KOMPAS.com — Puluhan pengemudi becak motor (bentor) memblokade ruas jalan di depan gerbang kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis (23/05/2013) siang tadi. Aksi ini mereka lakukan sebagai protes terhadap "gaya koboi" seorang oknum polisi yang menodongkan senjata kepada salah seorang pengemudi alat transportasi bermotor roda tiga tersebut.

Yunus Muhammad (25) mengaku dirinya diancam seorang petugas polisi yang diketahui bernama Franky Umar. Menurut pengakuan Yunus, awalnya bentor miliknya yang sedang mangkal di depan gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo ditabrak oleh mobil Franky dari belakang. Tak terima hal ini, Yunus memprotes dan meminta pertanggungjawaban Franky yang merupakan petugas di Polda Gorontalo tersebut.

Franky pun berang dan beradu mulut dengan Yunus. Beberapa kali Franky menunjukkan seragam yang sedang dia kenakan sembari menegaskan kalau dia adalah anggota Polri.

"Kamu tidak lihat siapa saya? Saya anggota," ucap Franky seperti yang ditirukan Yunus.

Kata-kata Franky rupanya tidak membuat Yunus surut. Dia tetap ngotot meminta ganti rugi kerusakan bentornya. Franky pun kembali ke mobil, bukan untuk mengambil uang ganti rugi, melainkan mengambil sepucuk senjata air softgun dan menodongkannya ke dada Yunus. Franky pun pergi setelah Yunus dibuatnya tak berkutik dengan senjata air softgun tersebut.

Para abang bentor yang melihat kejadian tersebut kemudian melakukan aksi blokade jalan di pertigaan depan Gerbang Kampus UNG, Jalan DI Panjaitan, Gorontalo. Mereka mengancam akan terus melakukan aksi ini jika pihak kepolisian tidak menindak anggotanya yang melakukan pengancaman. Aksi ini sempat membuat lalu lintas di tempat tersebut tersendat-sendat.

Wakapolres Gorontalo Kota Kompol Rakhmat yang datang tak lama kemudian mencoba menenangkan massa. Dia meminta massa untuk membubarkan diri agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Tak lama kemudian juga datang petugas dari Propam Polda Gorontalo yang kemudian membawa Yunus untuk dimintai keterangannya sebagai korban kejadian. Massa abang bentor pun akhirnya membubarkan diri sekaligus mengantarkan Yunus ke Mapolda Gorontalo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepada wartawan, Kompol Rakhmat membenarkan anggota polisi yang diduga melakukan pengancaman terhadap Yunus adalah petugas Polda Gorontalo. Oleh karena itu, kasus ini tidak dalam penanganan Polres Gorontalo Kota meskipun kejadian berlangsung di Kota Gorontalo.

"Akan ditangani Bid Propam Polda (Gorontalo) karena yang diduga melanggar anggota Polda," terang Rakhmat.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.