PDI-P Umbar Data Kemenangan Puspayoga - Kompas.com

PDI-P Umbar Data Kemenangan Puspayoga

Kompas.com - 22/05/2013, 18:48 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Kubu PDI-P mengumbar data kemenangan yang diraih pasangan Puspayoga-Sukrawan (PAS) dalam Pemilihan Gubernur Bali berdasarkan rekapitulasi formulir C1 saksi di 6371 TPS.

Dalam konferensi pers di Kantor DPD PDI-P Bali, tim kampanye PAS sangat yakin data yang mereka miliki akurat dan sama dengan yang akan diumumkan oleh KPU mendatang. "Kita lakukan uji validasi, akurasi yang kebenarannya mendekati 100 persen. Pasangan kamilah yang berdasarkan C1 otentik memenangkan pemilu daerah," ujar Arif Wibowo, Tim Kampanye PAS yang juga anggota DPR RI.

Dari penghitungan C1 versi PDI-P, PAS memperoleh suara 1.065.009 sementara Pastikerta memperoleh suara 1.063.174 dengan persentase kemenangan PAS atas Pastikerta 50,04 - 49,96 persen. "Kita mendapat kemenangan dengan selisih 1.835," jelas Arif.

Arteria Dahlan, Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPP PDI-P menambahkan, penghitungan suara dilakukan oleh mahasiswa independen.

Sebelumnya, kubu Pastikerta lebih dulu mengumkan rekapitulasi berdasarkan formulir C1 dan hasilnya berbeda dengan PDI-P. Pastikerta memperoleh suara 1.065.382 (50,11 persen) mengungguli PAS dengan 1.060.719 (49,89 persen) suara atau selisih 4.663 suara.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorGlori K. Wadrianto
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Banyak TKA Ilegal, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Pengawas di Daerah

    Banyak TKA Ilegal, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Pengawas di Daerah

    Nasional
    Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

    Digelar Sebulan, Art Jog 2018 Gelar 83 Penampilan dan Hadirkan Seniman Mulyana

    Regional
    Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

    Dirjen Imigrasi Sebut Perpres TKA Hanya Sederhanakan Birokrasi

    Nasional
    AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

    AS Berharap Pertemuan Dua Korea Hasilkan Perdamaian

    Internasional
    Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

    Peluang JK Kembali Jadi Cawapres Hanya Melalui Amandemen UUD 1945

    Nasional
    Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara 'Untukmu Indonesia' di Monas

    Panitia Larang Atribut Politik dalam Acara "Untukmu Indonesia" di Monas

    Megapolitan
    Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

    Diduga Korban Tanah Longsor, Dua Kerangka Manusia Ditemukan di Ponorogo

    Regional
    Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

    Senyum Kim dan Moon Saat Bergandengan Tangan Lewati Garis Perbatasan

    Internasional
    12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

    12 Jembatan Penyeberangan di Sudirman-Thamrin Bakal Dibuat Kekinian

    Megapolitan
    Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

    Gerindra dan PKS Dirikan Sekretariat Bersama Pemenangan Prabowo

    Nasional
    Dilarang Disparbud, Panitia 'Untukmu Indonesia' Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

    Dilarang Disparbud, Panitia "Untukmu Indonesia" Tetap Akan Bagikan Sembako di Monas

    Megapolitan
    Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

    Pemerintah dan DPR Belum Sepakat soal Definisi Terorisme, Pembahasan RUU Diperpanjang

    Nasional
    Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

    Sopir Kopaja Mabuk Berujung Kecelakaan dengan Honda HR-V di Rasuna Said

    Megapolitan
    Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

    Sepi Pembeli, Pedagang Blok G Ini Tutup Lapak Baju Koko Jelang Ramadhan

    Megapolitan
    Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

    Enam Temuan Ombudsman soal Kebijakan TKA yang Tak Sesuai Fakta Lapangan

    Nasional

    Close Ads X