Taiwan Hapus Batas Area Operasi Nelayan

Kompas.com - 22/05/2013, 02:23 WIB
Editor

Begitu keputusan penghapusan batas operasi itu diumumkan, empat kapal nelayan Taiwan dilaporkan langsung melanggar garis batas itu dan beroperasi lebih jauh ke selatan, Senin.

Selain itu, ada juga tiga kapal lagi yang beroperasi lebih mendekati Kepulauan Batanes dan Babuyan di wilayah Filipina.

Dari Manila dikabarkan, Presiden Benigno Aquino III belum berencana mengirim utusan baru ke Taiwan. Sebelumnya, Filipina mengutus Kepala Pusat Ekonomi dan Kebudayaan Manila Amadeo Perez, ke Taiwan, tetapi Kemlu Taiwan menolak bertemu dengan Perez.

Pihak Taiwan beranggapan, Perez tak memiliki otoritas cukup dari Pemerintah Filipina.

Cara sendiri

Pemerintah AS yakin negara- negara anggota ASEAN akan menemukan cara sendiri dalam menangani sejumlah sengketa yang terjadi, termasuk krisis di Selat Bashi dan sengketa di Laut China Selatan.

Pendapat itu dilontarkan Wakil Menteri Luar Negeri AS Urusan Politik Wendy R Sherman, Selasa, dalam jumpa pers seusai diskusi tentang kebijakan luar negeri AS di Asia yang digelar di Pusat Kebudayaan AS @america di Jakarta.

Sherman, yang sedang melawat ke beberapa negara Asia sepanjang pekan ini, menambahkan, Pemerintah AS menganggap hal terpenting di kawasan Laut China Selatan adalah jaminan kebebasan navigasi bagi semua negara yang punya kepentingan di perairan itu.

”Pembentukan Kode Tata Berperilaku (di Laut China Selatan) pasti butuh waktu. Selama proses itu berlangsung, kami berpendapat, setiap sengketa yang ada harus diselesaikan antarnegara bersengketa (secara bilateral). Mereka harus mampu menciptakan mekanisme penyelesaian sengketa sendiri,” ujar Sherman. (DWA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.