Kompas.com - 21/05/2013, 11:07 WIB
|
EditorRusdi Amral

PERTH, KOMPAS.com - Warga Australia yang melakukan perjalanan ke Timur Tengah perlu melakukan pemeriksaan kesehatan ketika kembali, karena infeksi yang disebabkan virus seperti SARS terus meningkat. Seorang pakar kesehatan Australia mengatakan bahwa musim haji pertengahan Oktober nanti patut diwaspadai karena begitu banyaknya jamaah yang berkumpul di satu tempat.

Prof Charles Watston dari Universitas Curtin di Perth mengatakan, jenis virus baru yang berasal dari keluarga virus yang sama yang menyebabkan wabah SARS sepuluh tahun lalu muncul di Timur Tengah beberapa bulan lalu, dan sekarang menyebar ke Eropa. Sampai minggu ini, menurut harian The West Australian, 41 kasus coronavirus, yang dikenal dengan nama London1 novel Cov2012 dilaporkan terjadi, dan separuh dari mereka yang terjangkit meninggal dunia.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, Prof Watson yang juga adalah dokter kesehatan umum dan ahli syaraf mengatakan, virus tersebut sebenarnya tidak mudah menyebar, dan masih terbatas di lingkungan yang kecil, namun bila jumlah penderitanya terus meningkat  bisa membahayakan negara lain termasuk Australia.

Menurut Prof Watson, ketika musim haji di Saudi pertengahan Oktober nanti, dengan lebih dari dua juta jamaah dari seluruh dunia, termasuk Australia, pihak berwenang kesehatan perlu waspada. Menurutnya, untuk Australia mungkin diperlukan sistem khusus untuk mengecek kembalinya para jemaah ke Australia.

"Secara umum, sekarang ini resiko untuk negeri seperti Australia tidaklah besar, namun itu semua tergantung apakah virus itu terus menyebar atau tidak." kata Watson. "Bila epidemik ini masih terjadi sampai musim haji, dengan begitu banyaknya orang berkumpul, maka dampaknya akan menyebar ke berbagai negara, karena banyaknya orang terjangkit dan menularkannya ke yang lain." "Mungkin harus dilakukan bahwa semua orang yang kembali dari Timur Tengah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan." tambah Watson.

Menurut Prof Watson, dengan tingkat globalisasi perjalanan seperti sekarang ini, virus juga semakin mudah menyebar, dengan waktu kurang dari 24 jam sudah bisa menyebar ke seluruh dunia. Selain itu juga ada kekhawatiran mengenai jenis virus flu burung baru H7N9 yang sudah menjangkiti lebih dari 100 di China dalam beberapa minggu terakhir.

Sejauh ini, virus ini hanya menjalar dari unggas ke manusia. Namun akan menjadi ancaman serius bila menjalar dari manusia ke manusia. "Virus flu sekarang ini lebih agresif dan lebih mematikan, jadi kita harus waspada." kata Prof Watson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.