Kompas.com - 18/05/2013, 09:45 WIB
Penulis Harry Susilo
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

SIDOARJO, KOMPAS.com — Panitia Khusus Lumpur Lapindo DPRD Sidoarjo meminta Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menghentikan aktivitas di tanggul hingga ganti rugi korban lumpur dilunasi oleh PT Minarak Lapindo Jaya.

BPLS dinilai melanggar kesepakatan yang telah dibuat bersama.     

"Kami minta agar BPLS menghentikan aktivitasnya dulu karena ganti rugi untuk warga belum juga dibayar. Jika ada sesuatu yang urgen, bisa dirembuk dulu penanganannya," ujar Ketua Pansus Lumpur Lapindo DPRD Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin, Sabtu (18/5/2013).     

Pada Jumat (17/5/2013), Pansus Lumpur Lapindo DPRD Sidoarjo mengadakan rapat pembahasan penanggulangan endapan lumpur Lapindo dengan mengundang BPLS, Polres Sidoarjo, dan warga korban terdampak lumpur.

Sisa ganti rugi yang belum dibayar PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) kepada warga meliputi 3.100 berkas sebesar Rp 786 miliar, sedangkan tanggungan kepada pengusaha Rp 156 miliar.

PT MLJ tidak menepati janji untuk menyelesaikan pembayaran ganti rugi pada Desember 2012 dan minta untuk ditunda hingga Mei 2013.       

Sesuai dengan kesepakatan yang dibuat secara bersama antara Pansus Lumpur Lapindo, warga dan pengusaha korban lumpur, serta BPLS, pada 8 April lalu, BPLS dilarang beraktivitas sebelum ganti rugi dilunasi.

Namun, BPLS melanggar kesepakatan itu dengan membuang air yang memenuhi kolam lumpur sejak 10 Mei lalu karena menilai tanggul di beberapa titik dalam kondisi kritis.     

Upaya BPLS untuk mengatasi tanggul kritis saat itu dijaga ketat ratusan personel Polres Sidoarjo.

Bahkan, polisi terpaksa menangkap beberapa warga karena dinilai menghalang-halangi proses pembuangan endapan lumpur. Sebelumnya, warga sempat memblokade tanggul.     

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.