Kompas.com - 17/05/2013, 19:52 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Sejumlah nelayan di Teluk Lampung mengeluhkan kasus kematian ikan massal yang diduga akibat pencemaran ke Lembaga Bantuan Hukum Bandar Lampung, Jumat (17/5/2013).            

Kepala Operasional LBH Bandar Lampung Heri Hidayat, mengatakan, perwakilan nelayan yang diketuai Halimi itu berasal dari wilayah Bumi Waras, Bandar Lampung.

Berdasarkan pengakuan sejumlah nelayan,  kematian ikan di Teluk Lampung itu ditandai dengan berubahnya warna permukaan air laut menjadi kemerahan.

Kondisi ini terjadi di kawasan pesisir Teluk Lampung, mulai dari Pantai Panjang hingga kawasan pelelangan ikan Lempasing.            

Namun, kata Heri, pihaknya belum mengetahui apa penyebab berubahnya permukaan air laut yang mematikan ikan-ikan tersebut.

"Namun, pastinya, itu mengurangi hasil tangkapan sehingga pendapatan mereka turun drastis. Dari rata-rata sehari dapat 10 kilogram ikan, sekarang 1 kg pun sulit," ujar Heri.            

Terkait pengaduan ini, LBH  akan melakukan advokasi dan segera menurunkan tim investigasi untuk mencari tahu penyebab kematian ikan-ikan di Teluk Lampung itu.

"Bila benar telah terjadi pencemaran limbah, banyak ketentuan pidana yang bisa menjerat pelakunya, baik Undang-Undang Perikanan atau UU Lingkungan Hidup," tuturnya.            

Kasus kematian ikan di Teluk Lampung ini berlangsung sejak akhir 2012 lalu dan puncaknya terjadi pada Januari 2013.

Ratusan ribu ikan budidaya di keramba jaring apung di Ringgung saat itu mati serentak, ditandai berubahnya warna perairan menjadi kemerahan atau coklat pekat.

Hal ini diyakini terjadi akibat fenomena red tide atau ledakan populasi fitoplankton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.