Kompas.com - 15/05/2013, 22:01 WIB
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Korban keracunan makanan di Kampug Cigaru, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, terus bertambah. Sesuai catatan dinas kesehatan setempat, korban menjadi 125 orang dari sebelumnya sebanyak 101 orang pada Rabu pagi tadi.

"Sampai sore ini, korban terus bertambah menjadi 125 orang. Kalau tadi pagi korban tercatat sebanyak 101 orang," terang Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Tasikmalaya, Sudana, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/5/2013) malam.

Hampir semua korban keracunan saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di puskemas setempat. Korban keracunan ini mulai dari anak kecil sampai dewasa. Mereka mengeluhkan sakit yang sama, yaitu muntah-muntah, sakit perut, pusing dan mual.

"Sekarang kami sedang menyelidiki sampel makanan yang disantap para korban di sebuah acara hajatan salah seorang warga di kampung itu," tambah Sudana.

Sudana mengaku, sebagian besar korban mengalami dehidrasi akibat sering muntah. Sehingga, pasien mendapatkan infusan dan dirawat inap di puskesmas. Bahkan, aula Kecamatan Cipatujah, yang tak jauh dari lokasi puskesmas disulap menjadi ruang rawat inap para korban.

"Sementara, belum ada korban yang dirujuk ke RSUD Tasikmalaya. Tim medis puskesmas setempat masih mampu menangani para korban. Kami pun sudah menyuplai obat-obatan ke puskesmas itu sejak kemarin," kata Sudana.

Menurut Sudana, jumlah korban sebanyak 125 orang tersebut adalah yang tercatat di puskesmas. Sudana menyatakan masih ada pasien yang dirawat di Pos Kesehatan Desa Nagrog. Namun, jumlahnya belum diketahui pasti.

"Ternyata masih ada pasien keracunan lainnya yang dirawat di Poskesdes, tapi jumlahnya belum diketahui pasti," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Kampung Cigaru, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, diduga keracunan makanan hajatan salah seorang warga setempat, Selasa (14/5/2013). Korban dirawat di Puskesmas Cipatujah, dan pihak kepolisian setempat pun telah menyelidiki kasus ini. Dinas kesehatan setempat telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Belum diketahui racun dalam makanan itu karena hasil uji sampel masih belum diketahui.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.