Kompas.com - 14/05/2013, 15:52 WIB
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com - Dianggap membiarkan praktik penebangan kayu hutan Tele secara liar oleh PT Gorga Duma Sari (GDS), Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara dan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Samosir, dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara di Medan, Selasa (14/5/2013).

"Kami melaporkan keduanya ke Poldasu (Polda Sumatera Utara, red) karena membiarkan PT GDS leluasa menebangi kayu di hutan Tele secara sewenang-wenang seluas 800 hektar," kata Delima Silalahi dari Forum Peduli Samosir Nauli (Pesona) seusai melapor di Unit Sentra Pelayanan Terpadu (SPK) Polda Sumatera Utara.

Menurut Delima, Kadis Kehutanan Provinsi Sumatera Utara dilaporkan kapasitasnya sebagai pemberi rekomendasi izin dan Kadis Kehutanan Kabupaten Samosir sebagai pihak yang mengeluarkan izin untuk PT GDS.

Menurut Delima, pasca-unjuk rasa ribuan warga Kabupaten Samosir bersama Forum Pesona ke kantor Bupati Samosir di Pangururan, Senin (8/4/2013), Pemkab Samosir sudah menyatakan stop penebangan kayu hutan Tele oleh PT GDS.

"Ini juga aneh, karena pihak Dinas Kehutanan Samosir sudah pernah menyurati PT GDS agar menghentikan sementara operasional di lokasi. Prinsipnya penebangan dan pengangkutan kayu dihentikan," kata Delima.

Faktanya, pihak PT GDS tidak peduli. Itu sebabnya, sambung Delima, perusahaan tersebut ditengarai melakukan praktik penebangan liar.

"Kita minta Poldasu mengusut ini. Sebelumnya pada 1 Mei 2013 kita juga sudah melapor ke Polres Samosir, tetapi tidak digubris," katanya.

Saat melapor ke Poldasu, Forum Pesona yang ikut selain Delima di antaranya Rohani Manalu dan Fernando Sitanggang. Mereka diterima oleh petugas SPK Polda Sumatera Utara, M Syarif. Seusai melapor, minggu depan Forum Pesona masih akan kembali ke Polda Sumatera Utara guna menyampaikan data-data pendukung laporan ke Direktur Kriminal Khusus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.