Kronologi Serangan Bom di Pos Polisi Tasik

Kompas.com - 14/05/2013, 09:19 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Sesuai data yang berhasil dihimpun Kompas.com, seperti dari saksi mata di lokasi kejadian dan pihak kepolisian setempat, kronologi penyerangan bom rakitan Pos Polisi Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, adalah sebagai berikut:

- Senin (13/5/2013) sekitar pukul 19.00, pos polisi lalu lintas di Perempatan Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, didatangi seorang pelaku menggunakan sepeda motor dan berhenti di depan pos. Namun, ada seorang saksi mata di lokasi kejadian yang melihat pelaku datang bersama seorang temannya dengan berboncengan.

- Pelaku yang diperkirakan berumur 20 tahun dengan tinggi sekitar 160 sentimeter menggunakan jaket hitam, celana panjang jins, dan kaus putih berjalan menuju pos dan melemparkan sebuah benda mirip termos kecil ke dalam pos.

- Di dalam pos tengah berjaga dua orang petugas Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, yaitu Aiptu Wijartono dan Brigadir Wahyu. Kedua petugas langsung keluar pos, dan mengejar pelaku yang lari ke arah timur dengan cara berlari dan meninggalkan motornya.

- Kedua polisi pun mengejar pelaku yang terlihat berlari ke arah Jalan Cipedes 2, yang jaraknya sekitar 200 meter dari pos polisi. Mereka menggunakan dua motor.

- Setibanya di Jalan Cipedes 2, pelaku masuk ke sebuah tempat parkir motor yang dikira pelaku sebagai sebuah gang untuk melarikan diri. Dengan bantuan warga setempat, polisi berhasil menemukan pelaku yang tengah bersembunyi.

- Saat kedua polisi bersama beberapa warga setempat akan menghampiri pelaku, ternyata pelaku tengah bersiap untuk menembak dengan menodongkan sebuah pistol rakitan sejenis FN. Namun, pistol pelaku tak meletus saat hendak ditembakkan ke arah kedua polisi dan warga.

- Aiptu Wijartono pun hendak menangkap pelaku, tetapi pelaku menjatuhkan pistolnya dan mengeluarkan sebilah golok yang kemudian membacok beberapa kali tubuh Aiptu Wijartono. Warga pun ketakutan dan sempat mundur bersama petugas polisi tersebut.

- Melihat rekannya dibacok pelaku, Brigadir Wahyu langsung menembak pelaku dua kali dengan pistolnya sampai pelaku tersungkur bersimbah darah di lokasi.

- Brigadir Wahyu langsung membawa rekannya yang kritis ke rumah sakit menggunakan motor karena mengalami luka bacok di kepala, dada, dan tangan. Sementara pelaku dibiarkan di lokasi penembakan sampai akhirnya tewas.

- Sekitar pukul 22.30, tim Gegana Polda Jabar tiba di pos polisi lokasi pelemparan benda mirip bom untuk mengamankan benda tersebut. Gegana pun membawa benda tersebut ke Mako Polres Tasikmalaya Kota untuk diperiksa dan dijinakkan.

- Hampir selama setengah jam, tim Gegana berhasil mengidentifikasi benda tersebut yang diketahui sebagai bom rakitan jenis pipa dengan detonator aktif berupa jam tangan. Tim Gegana pun berhasil menjinakkan bom tanpa harus diledakkan.

- Sesuai keterangan kepolisian, mayat pelaku telah dibawa ke salah satu rumah sakit di Bandung untuk diotopsi guna kepentingan penyelidikan.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas

    Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas

    Regional
    Kronologi Seorang Pria Ditodong Pistol Mainan Usai Antar Pacar, Ponsel dan Uang Raib, Pelaku Ditangkap

    Kronologi Seorang Pria Ditodong Pistol Mainan Usai Antar Pacar, Ponsel dan Uang Raib, Pelaku Ditangkap

    Regional
    Mumpung Harga Cabai Rawit Rp 90.000 Per Kg, Petani Beramai-ramai Memanen meski Belum Matang

    Mumpung Harga Cabai Rawit Rp 90.000 Per Kg, Petani Beramai-ramai Memanen meski Belum Matang

    Regional
    5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

    5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

    Regional
    Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

    Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

    Regional
    Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

    Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

    Regional
    Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

    Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

    Regional
    Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

    Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

    Regional
    Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

    Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

    Regional
    Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

    Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

    UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

    Regional
    Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

    Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

    Regional
    Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

    Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

    Regional
    Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

    Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

    Regional
    Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

    Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X