Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/05/2013, 08:44 WIB
Kontributor Ungaran, Syahrul Munir

Penulis

UNGARAN, KOMPAS.com - Dua orang pendaki dilaporkan hilang di Gunung Merbabu sejak Senin (13/5/2013) siang kemarin. Pencarian masih terus diupayakan oleh Tim SAR Bumi Serasi meski terhalang cuaca buruk.

Kedua pendaki, Antok (17) dan Puguh Adi Saputro (19) naik dari basecamp Cuntel, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Senin kemarin pukul 03.30WIB. Tim akan menuju puncak Merbabu dan turun ke basecamp Selo, Boyolali. Namun pada Senin siang keduanya mengirimkan pesan pendek telah tersesat karena baru saja Merbabu dilanda badai.

"Mereka adalah pendaki lokal dari Cuntel, masih pemula. Berangkat dari basecamp jam setengah empat pagi, tapi senin siang kontak terakhir lewat SMS kalau mereka kesasar," kata Koordinator SAR Getasan, Agus Surolawe, Selasa (14/5/2013) pagi melalui sambungan telephone.

Agus mengungkapkan, pihaknya langsung menerjunkan tiga tim SAR Getasan dan Manggala (Cuntel) untuk melakukan penjemputan pada senin siang itu juga. Tapi upaya itu belum membuahkan hasil. "Kemarin enam personil terbagi tiga tim langsung ke TKP, tetapi tidak menemukan atau berpapasan dengan pendaki yg dicari. Kami kesulitan memancarkan frekuensi sinyal HP dan HT ketika berada dijalur sampai puncak, sehingga tidak bisa berkomunikasi dengan mereka," ujar Agus.

Sementara itu, hingga Selasa pagi informasi dari Posko Selo, Boyolali juga belum mendapati kedua pendaki tersebut turun. Tim SAR akan kembali melakukan pencarian dengan tambahan personil dari Basarnas Jateng. "Tadi pagi Tim pertama terpaksa turun karena tidak membawa perbekalan yang cukup. Kami akan ulangi pencarian lagi siang ini. Dari Basarnas juga sudah kontak tadi pago meluncur enam personil dari mako Ngaliyan Semarang," tambah Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com