Kompas.com - 13/05/2013, 23:28 WIB
|
EditorTri Wahono

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Iwan Imam Santoso menyatakan, mayat pelaku pelemparan bom rakitan ke pos polisi lalu lintas di Perempatan Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, dibawa ke sebuah rumah sakit di Bandung untuk diotopsi.

"Mayat pelaku sudah dikirim ke Bandung untuk dilakukan otopsi. Sampai saat ini, kami belum mengetahui motif pelaku dalam menyerang pos polisi ini," terang Iwan kepada Kompas.com, saat ditemui di Rumah Sakit Jasa Kartini, Senin (13/5/2013) malam.

Pelaku dalam menjalankan aksinya menggunakan motor jenis Honda Legenda dengan nopol Z 5360 HU. Pelaku pun membawa senjata rakitan berbentuk pistol jenis FN, dan sempat menodongkan ke Aiptu Wijartono sebagai korban.

"Anggota kami sekaligus rekan korban yaitu Brigadir Wahyu, menembak dua kali pelaku sampai tewas di tempat," ujar Iwan.

Diberitakan sebelumnya, pos polisi di Perempatan Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, dilempar bom oleh dua orang pelaku yang berboncengan memakai motor. Namun, sesuai keterangan polisi, pelaku hanya berjumlah satu orang.

Pelaku pelemparan bom tewas di tempat setelah ditembak anggota polisi karena sempat akan menembak dengan mengeluarkan senjata rakitan.

Kini, benda yang diduga bom masih berada di TKP, dan tengah menunggu tim Gegana Polda Jabar yang masih di perjalanan menuju lokasi kejadian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.