Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/05/2013, 15:42 WIB
|
EditorFarid Assifa

BONE, KOMPAS.com — Yandu (50) dan Eno (29), dua tetangga di lingkungan Tengnge'e, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Taneteriattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berkelahi, Senin (13/5/2013) pukul 09.00 Wita. Perkelahian dipicu karena persoalan sampah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, perkelahian bermula saat sejumlah warga sibuk membersihkan sisa sampah yang terbawa arus banjir di pekarangan rumah mereka. Sampah dari pekarangan rumah Eno masuk ke halaman rumah Yandu. Yandu pun tak terima sehingga terjadi perkelahian.

"Saya suruh anak saya buang sampah ke saluran irigasi tiba-tiba yang di sebelah langsung marah-marah dan kata-katai saya," ujar Yandu.

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan Yandu yang bonyok lantaran dikeroyok kerabat Eno. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com di tempat kejadian perkara (TKP), perselisihan antardua tetangga ini kerap terjadi. Bahkan, Yandu baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Watampone dengan kasus pengancaman terhadap Eno.

"Eno kan anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari pers juga, sering minum-minum di rumahnya, dan biasa ditegur sama Yandu. Mereka memang sudah sering berkelahi. Itu mungkin gara-gara tanah," kata Adi, salah seorang warga setempat.

Sementara itu, Eno mengaku rumahnya dilempari batu oleh Yandu sebanyak tiga kali. Dia mengajak berkelahi, makanya saya langsung telepon polisi," kata Eno.

Sementara itu, aparat kepolisian yang dikonfirmasi terkait peristiwa ini menyatakan masih melakukan penyelidikan serta mengamankan Yandu.

"Terlapor sementara kami tahan dan kami melakukan penyelidikan," tegas Ipda Aris Supu, Kepala Unit Sentra Pelayanan Kepolisian (Kanit SPKT) Polres Bone.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.