Kompas.com - 12/05/2013, 18:20 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

SURABAYA, KOMPAS.com - Ada istilah belum ke Surabaya kalau belum makan rujak cingur atau rujak uleg. Begitu melekatnya rujak uleg sebagai ikon kuliner di Kota Pahlawan, sehingga hampir setiap tahun digelar Festival Rujak Uleg. Even ini diselenggarakan untuk memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang diperingati setiap 31 Mei.

Festival Rujak Uleg yang digelar Minggu (12/5/2013). Ribuan warga Surabaya, tumplek di sepanjang Jalan Kembang Jepun. Tahun ini, sebanyak 1.225 peserta tampil dengan balutan kostum unik, berjoget mengikuti irama lagu sebelum festival dimulai. Festival Rujak Uleg mulai dibuka tepat pukul 13.00 WIB yang ditandai dengan aksi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengulek bersama.

Para peserta festival ini mewakili seluruh kalangan masyarakat Surabaya. Hampir semua lapisan profesi, suku, agama, kelompok masyarakat, dan usia, semua terwakili serta larut dalam semangat Festival Rujak Uleg.

Festival Rujak Uleg semakin menarik minat para pendatang dari luar negeri seperti Domingos Chicoca (23) asal Angola. ini mengaku baru pertama kali merasakan atmosfer Festival Rujak Uleg. Dia pun baru kali ini nguleg sekaligus merasakan nikmatnya rujak uleg.

"Saya sangat terkesan. Sebelumnya saya tidak pernah terlibat dalam even sehebat ini. Sungguh luar biasa dan tidak terlupakan," ujar Domingos yang tengah menyelesaikan studi S-1 Teknik Sipil di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) ini.

Hal senada juga diungkapkan Bethany Allen asal Inggris, yang sehari-hari mengajar kursus bahasa Inggris di Surabaya. "Saya sudah pernah membuat gado-gado, tapi kalau rujak uleg ini baru pertama kali. Rasanya pun sangat khas," paparnya.

Selain nguleg bersama, daya tarik festival juga terletak pada kostum unik dan totalitas para peserta. Berdasarkan pantauan di lapangan, tak sedikit tim yang mengenakan busana nyeleneh. Ada yang berdandan ala tokoh pewayangan, putri bunga, waria, bahkan gembel dan siluman ular. Namun, ada pula yang menyita perhatian di meja peserta tak jauh dari panggung. Sepasang boneka raksasa mirip ondel-ondel setinggi 2 meter bergerak menari-nari.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari ribuan peserta, panitia mengambil 50 penampil terbaik. Penilaian pertama didasarkan pada aksi dan kekompakan para peserta. Sebanyak kelompok yang dinilai berpenampilan paling menraik berhak atas uang pembinaan Rp 1,5 juta.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, Festival Rujak Uleg ini, selain untuk momen kebersamaan warga Surabaya, juga sebagai sarana pelestarian makanan tradisional. "Saya ingin anak-anak, semua mengerti dan peduli akan rujak uleg sebagai makanan tradisional Surabaya," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X