Kompas.com - 12/05/2013, 12:51 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian hingga kini masih melakukan identifikasi terhadap tujuh jenazah terduga teroris yang tewas ditembak Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Polri saat ini masih mencari masing-masing keluarga dari tujuh jenazah itu untuk mendapatkan sampel pembanding.

“Jenazah belum selesai diidentifikasi. Belum dapat data pembanding untuk DNA,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar saat dihubungi, Minggu (12/5/2013).

Proses identifikasi dilakukan sebelum jenazah diberikan pada pihak keluarga. Tim identifikasi di RS Polri, Kramat Jati, akan mencocokan data antemortem dan postmortem pada keluarga. Proses identifikasi diperkirakan selesai dalam waktu satu minggu.

“Itu proses untuk menyambungkan antara fakta yang ada dengan keluarga, identifikasi untuk mengetahui pasti jati diri yang bersangkutan. Para almarhum akan kita konfirmasi data dari yang sifatnya antemortem dan postmortem,” terang Boy.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri meringkus 24 terduga teroris di sejumlah lokasi sejak Selasa (7/5/2013) hingga Jumat (10/5/2013). Sebanyak tujuh diantaranya tewas ditembak.

Pertama,Densus 88 meringkus lima terduga teroris di kawasan Jakarta dan Tangerang Selatan. Mereka adalah Faisal alias Boim, Endang, Agung, Agus widharto, dan Iman.

Kemudian di Bandung, Jawa Barat, Densus 88 meringkus lima terduga teroris. Mereka adalah William Maksum alias Acum alias Dadan, Haris Fauzi alias Jablud, Budi alias Angga (meninggal dunia), Junet alias Encek (meninggal dunia), dan Sarame (meninggal dunia).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Batang, Kendal, Jawa Tengah, tiga terduga teroris ditangkap yakni Abu Roban alias Untung alias Bambang Nangka (meninggal dunia) dan Puryanto, dan Iwan.

Di Kebumen, ditangkap Farel, Wagiono, Slamet, Budi, Bastari (meninggal dunia), Toni (meninggal dunia), dan Bayu alias Ucup (meninggal dunia). Terakhir, penangkapan di Lampung terhadap Solihin alias Abdul Latif alias Dino alias Wawan, Muhammad Ali alias Andika alias Dika alias Dwi Putra, Mahardika, dan  Dedy Rofaizal alias Faisal alias Jaka.

Keterlibatan mereka yakni ikut mengumpulkan dana untuk aksi teror. Mereka telah beraksi  merampok Bank BRI Batang, BRI Grobokan, BRI lampung, BRI Bandung, toko emas di Tambora, Jakarta Barat, kantor pos dan giro Bandung, serta percobaan pembakaran Pasar Glodok, Jakarta Pusat. Total hasil rampokan mereka di Bank BRI Batang, Grobokan, dan Lampung mencapai Rp 1,8 miliar.

Uang itu diduga telah digunakan untuk membeli bahan peledak, operasional dalam merencanakan aksi teror, dan melakukan pelatihan teror. Selain itu juga diduga telah digunakan untuk mendanai aksi teror di Poso. Kelompok pimpinan Abu Roban ini juga diketahui  terkait DPO teroris Santoso dan Autat Rawa, serta Abu Omar, pemasok senjata api dari Filipina.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Gubernur Semakin Berpeluang Menjadi Presiden...

    Gubernur Semakin Berpeluang Menjadi Presiden...

    Nasional
    Aturan PPKM Level 1-2 di Jawa dan Bali, Bioskop Dibuka untuk Anak di Bawah 12 Tahun

    Aturan PPKM Level 1-2 di Jawa dan Bali, Bioskop Dibuka untuk Anak di Bawah 12 Tahun

    Nasional
    PPKM Diperpanjang, Ini Daftar 18 Daerah di Luar Jawa-Bali Berstatus Level 1

    PPKM Diperpanjang, Ini Daftar 18 Daerah di Luar Jawa-Bali Berstatus Level 1

    Nasional
    Jokowi Terima Kunjungan Menlu Malaysia, Ini yang Dibahas

    Jokowi Terima Kunjungan Menlu Malaysia, Ini yang Dibahas

    Nasional
    Jokowi Perintahkan Para Menteri Siapkan Mitigasi Lonjakan Kasus Covid-19 akibat Libur Natal dan Tahun Baru

    Jokowi Perintahkan Para Menteri Siapkan Mitigasi Lonjakan Kasus Covid-19 akibat Libur Natal dan Tahun Baru

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, DKI Jakarta Berstatus Level 2

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, DKI Jakarta Berstatus Level 2

    Nasional
    Seputar Perpanjangan PPKM: Penyesuaian Aktivitas Anak hingga Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

    Seputar Perpanjangan PPKM: Penyesuaian Aktivitas Anak hingga Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

    Nasional
    Viral di Medsos, Bolehkah Polisi Masuki Wilayah Privasi di Handphone Warga?

    Viral di Medsos, Bolehkah Polisi Masuki Wilayah Privasi di Handphone Warga?

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah yang Berstatus Level 3

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah yang Berstatus Level 3

    Nasional
    Airlangga: Syarat Beli Tiket World Superbike Sudah Divaksinasi Lengkap

    Airlangga: Syarat Beli Tiket World Superbike Sudah Divaksinasi Lengkap

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, 54 Kabupaten/Kota ini Berstatus Level 2

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, 54 Kabupaten/Kota ini Berstatus Level 2

    Nasional
    Menkes Jajaki 3 Obat Alternatif Covid-19

    Menkes Jajaki 3 Obat Alternatif Covid-19

    Nasional
    PPKM Diperpanjang, 9 Daerah di Jawa-Bali ini Berstatus Level 1

    PPKM Diperpanjang, 9 Daerah di Jawa-Bali ini Berstatus Level 1

    Nasional
    5 Kesaksian Rita Widyasari Terkait Perkara Suap Eks Penyidik KPK

    5 Kesaksian Rita Widyasari Terkait Perkara Suap Eks Penyidik KPK

    Nasional
    Robin Minta Maaf Libatkan Para Saksi Dalam Perkaranya, Saksi: Istri Saya Sampai Meninggal

    Robin Minta Maaf Libatkan Para Saksi Dalam Perkaranya, Saksi: Istri Saya Sampai Meninggal

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.