Caleg Kepala Desa Terganjal SK Bupati

Kompas.com - 12/05/2013, 11:12 WIB
EditorAgus Mulyadi

KULON PROGO, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan, 20 kepala desa yang maju menjadi peserta Pemilu 2014 terganjal surat keputusan (SK) bupati, dalam tahapan perbaikan administrasi.

Ketua Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kulon Progo, Yuli Sutradyo, di Kulon Progo, Minggu (12/5/2013), mengatakan, berkas persyaratan SK bupati tentang pemberhentian kepala desa (kades) membutuhkan waktu lama. Panwaslu Kulon Progo pesimistis tahapan perbaikan administrasi peserta Pemilu 2014 akan lengkap hingga batas akhir 22 Mei 2013.

"Sebanyak 20 kepala desa aktif mendaftar menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg). Untuk mendapat SK Bupati, Inspektorat Daerah (Irda) Kulon Progo terlebih dahulu harus melakukan audit kinerja kades, dan ini membutuhkan waktu yang cukup lama," kata Yuli.

Hingga saat ini, kata Yuli, belum ada keputusan yang menetapkan berkas bacaleg kades cukup menggunakan surat keterangan menyatakan bahwa yang bersangkutan telah mengundurkan diri sebagai kades yang dikeluarkan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB).


"Ini akan menjadi persoalan baru sebelum ditetapkan daftar calon tetap (DCT) peserta pemilu untuk menjadi anggota DPRD Kulon Progo," kata Yuli.

Selain itu, lanjut Yuli, banyaknya persyaratan yang harus dilengkapi setiap bacaleg seperti legalisir ijazah, surat keterangan pengunduran diri dari partai politik lama, hingga masalah foto, tetap menjadi persoalan utama.

"Persyaratan untuk maju menjadi bacaleh sebanyak 19 berkas. Jumlah persyaratan ini sangat banyak dibandingkan dengan persyaratan pada Pemilu 2009 dan dirasakan menyulitkan bacaleg. Untuk itu, kami akan melakukan pengawasan secara seksama untuk tahapan  perbaikan berkas bacaleg ini," ujar Yuli.

Ketua KPU Kulon Progo, Siti Ghoniyatun, menmbahkan, ada 402 berkas bacaleg yang terdaftar di KPU, dan sebanyak 62 persen atau 247 berkas bacaleg dikembalikan karena tidak memenuhi persyaratan administrasi. Sementara  155 berkas dinyatakan lolos verifikasi.

Masalah dalam kelengkapan berkas bacaleg, kata Siti  di antaranya  ijazah yang belum dilegalisir, atau ijazah yang diserahkan  baru satu dari seharunya rangkap tiga, belum ada lampiran keterangan sehat jasmani rohani dan bebas narkoba.

Dia mengatakan, parpol diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan berkas dari 9 Mei hingga 22 Mei 2013, dan diperbolehkan melakukan konsultasi untuk kelengkapan pemberkasan.

"Perbaikan berkas hanya dilakukan sekali. Untuk itu, bagi parpol yang masih membutuhkan informasi kami persilakan ke KPU. Kami juga siap melayani parpol yang ingin konsultasi kelengkapan berkas administrasi," kata Siti.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Kasus Balita 3 Tahun yang Tewas Dianiaya Pacar Ibunya, Mengaku Kesal hingga Ditemukan Luka di Tubuh

Fakta Kasus Balita 3 Tahun yang Tewas Dianiaya Pacar Ibunya, Mengaku Kesal hingga Ditemukan Luka di Tubuh

Regional
Siswi SMP Korban Pencabulan Guru Les Alami Trauma dan Berhenti Sekolah Sementara

Siswi SMP Korban Pencabulan Guru Les Alami Trauma dan Berhenti Sekolah Sementara

Regional
Tokoh Adat Minta Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali Tak Diviralkan

Tokoh Adat Minta Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali Tak Diviralkan

Regional
Curi Laptop dan Berusaha Melawan, Pemuda Asal Indramayu Ditembak Polisi

Curi Laptop dan Berusaha Melawan, Pemuda Asal Indramayu Ditembak Polisi

Regional
Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Regional
Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Regional
Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Viral Foto 2 Bule Lecehkan Tempat Suci di Bali

Regional
Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Sempat Dilarang, Kini Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden Diperbolehkan

Regional
Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Soal Video Mesum Tuban, Polisi Hanya Berlakukan Wajib Lapor

Regional
Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

Regional
Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Regional
Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Jual Miras ke Anak di Bawah Umur, Kakek-Nenek Ditangkap

Regional
Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Kisah Kakek Germanus, Puluhan Tahun Hidup di Gubuk Reyot Tanpa Listrik, Makan dari Belas Kasih Tetangga

Regional
“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

“Si Perut Laper” Milik Jabar Raih Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Regional
Gara-gara 'TeLe ApIK' Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Gara-gara "TeLe ApIK" Jateng Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X