Kompas.com - 12/05/2013, 10:26 WIB
|
EditorFarid Assifa

KENDAL, KOMPAS.com — Penangkapan PAS, terduga teroris Kendal, Jawa Tengah, di rumah kontrakannya di Desa Tambaksari, RT 02 RW 01, Kecamatan Rowosari, Kendal, membuat jajaran Kepolisian Resor Kendal waspada.

Apalagi, PAS yang beralamat asli di Desa Payung RT 01 RW 01 Kecamatan Weleri, Kendal, tersebut, kemungkinan masuk ke kelompok Abu Roban, warga Timbang Banyuputih, yang tewas di Limpung Batang setelah baku tembak dengan Densus 88, Rabu (8/5/2013) kemarin.

Kapolres Kendal melalui Kapolsek Kaliwungu AKP Haryo Deco Dewo meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kendal, terutama Weleri, supaya waspada. Namun begitu, pihaknya meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan adanya warga yang menjadi terduga teroris.

"Kami berharap masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, dan tetap bekerja. Yang kerjanya berdagang tetap berdagang. Yang petani, ya bertani dan sebagainya," imbau Deco, Minggu (12/5/2013).

Deco berharap agar polisi bersama masyarakat bisa menjaga situasi kondusif di Kendal, khususnya di Weleri dan mengantisipasi adanya teroris dengan melaporkan kepada pihak berwajib apabila ada hal-hal yang mencurigakan di wilayahnya masing-masing.

"Khusus kepada pihak RT dan RW maupun kepala desa atau kelurahan agar melapor apabila ada warga baru," jelasnya.

Deco menambahkan, pihaknya juga akan lebih sering melakukan silaturahmi ke tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang ada di Weleri, khususnya, sehingga apa yang menjadi unek-unek dan persoalan masyarakat, bisa diketahuinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selama ini, kami sudah melakukan silaturahmi ke tokoh agama dan masyakarat. Kami akan menyeringkan silturahmi itu," akunya.

Seperti yang telah diberitakan, PAS, salah satu warga Weleri, Kendal, Rabu (8/5/2013) malam ditangkap Densus 88 di rumah kontrakannya di Desa Tambaksari RT 02 RW 01, Rowosari, Kendal. Warga Kendal lainnya yang terduga teroris adalah Budi dan Wagiyono. Budi tewas ditembak saat penangkapan di Bandung, sedangkan Wagiyono tertangkap hidup di Kebumen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.