Seorang Ibu di Kediri Racuni Anak hingga Tewas

Kompas.com - 12/05/2013, 07:36 WIB
|
EditorFarid Assifa

KEDIRI, KOMPAS.com - Paini (46), seorang ibu di Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tega membunuh Surani (29), anak kandungnya sendiri dengan menggunakan racun ikan, Sabtu (12/5/2013) malam.

Racun tersebut dicampurkan dengan jagung rebus yang dihidangkan dengan kopi susu. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di rumah yang juga dihuni ibunya, sekitar pukul 18.00 WIB.

Paini mengaku meracuni Sruani karena kesal dengan tingkah laku anaknya yang sering bersikap kasar dan tidak segan melukainya. Selain itu, menurutnya, korban juga kerap mengganggu dan merusak rumah tetangganya.

"Saya jengkel, saking jengkelnya. Kemarin kakak saya juga diancam akan dibunuhnya," kata Paini.

Kepolisian setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa beberapa saksi. Dari pemeriksaan itu, polisi juga telah mengamankan beberapa barang bukti seperti sisa-sisa makanan maupun minuman serta perlengkapan rumah tangga yang diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan ini.

"Ibunya sudah mengakui kalau meracun," ujar Kepala Polsek Wates AKP Edi Subandrio.

Kini jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri guna dilakukan otopsi. Sementara pelaku diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Nasdem Resmi Usung Pasangan Incumbent di Pilkada Banjarbaru

    Nasdem Resmi Usung Pasangan Incumbent di Pilkada Banjarbaru

    Regional
    Harimau yang Ditangkap di Semede Jalani Pemeriksaan Dokter di Lampung

    Harimau yang Ditangkap di Semede Jalani Pemeriksaan Dokter di Lampung

    Regional
    4 Pejabat Pemkab Jember Bakal Dipanggil Paksa Polisi Hadiri Rapat Angket

    4 Pejabat Pemkab Jember Bakal Dipanggil Paksa Polisi Hadiri Rapat Angket

    Regional
    Kapal Kayu Bawa 14 Penumpang Tenggelam di Banggai Laut, Sulawesi Tengah

    Kapal Kayu Bawa 14 Penumpang Tenggelam di Banggai Laut, Sulawesi Tengah

    Regional
    Limbah Minyak Hitam Cemari Perairan Bintan, Plt Gubernur Kepri Marah

    Limbah Minyak Hitam Cemari Perairan Bintan, Plt Gubernur Kepri Marah

    Regional
    Harimau Pemangsa Manusia di Muara Enim Bakal Dilepas ke Habitat Semula

    Harimau Pemangsa Manusia di Muara Enim Bakal Dilepas ke Habitat Semula

    Regional
    Kronologi Oknum Guru Pukul Mantan Siswa dengan Besi Tiang Net Bulu Tangkis

    Kronologi Oknum Guru Pukul Mantan Siswa dengan Besi Tiang Net Bulu Tangkis

    Regional
    Ibunda Eksekutor Hakim PN Medan: Anak Saya Penyayang, Membunuh Binatang Pun Tidak Akan Tega

    Ibunda Eksekutor Hakim PN Medan: Anak Saya Penyayang, Membunuh Binatang Pun Tidak Akan Tega

    Regional
    Wali Kota Hendi Minta Keunggulan Kelurahan Plamongansari Dipertahankan

    Wali Kota Hendi Minta Keunggulan Kelurahan Plamongansari Dipertahankan

    Regional
    Anggota Brimob Todong Warga dan Lepaskan Tembakan di Lokasi Wisata, Kapolres Polman Minta Maaf

    Anggota Brimob Todong Warga dan Lepaskan Tembakan di Lokasi Wisata, Kapolres Polman Minta Maaf

    Regional
    Kronologi Anggota Brimob Todongkan Senjata ke Warga dan Lepaskan Tembakan gara-gara Karcis

    Kronologi Anggota Brimob Todongkan Senjata ke Warga dan Lepaskan Tembakan gara-gara Karcis

    Regional
    Niat Prank Bunuh Diri di Jembatan, Mahasiswi di Bali Diamankan Warga

    Niat Prank Bunuh Diri di Jembatan, Mahasiswi di Bali Diamankan Warga

    Regional
    Siswa SMK Ini Ciptakan Tangan Robot Khusus Disabilitas dengan Harga Murah

    Siswa SMK Ini Ciptakan Tangan Robot Khusus Disabilitas dengan Harga Murah

    Regional
    Kasus Korupsi Hibah Pilwalkot, Eks Sekretaris KPU Makassar Divonis 5 Tahun Penjara

    Kasus Korupsi Hibah Pilwalkot, Eks Sekretaris KPU Makassar Divonis 5 Tahun Penjara

    Regional
    Dibentak dan Dikeroyok Warga, Alasan Anggota Brimob Todongkan Senjata dan Lepaskan Tembakan Berkali-kali

    Dibentak dan Dikeroyok Warga, Alasan Anggota Brimob Todongkan Senjata dan Lepaskan Tembakan Berkali-kali

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X