Kompas.com - 11/05/2013, 15:16 WIB
EditorMarcus Suprihadi

PALU, KOMPAS.com- Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah mengambil alih kasus penjualan bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang dilakukan Ip, mantan narapidana kasus terorisme Poso, dari Polres Tojo Una-Una.

Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen (Pol) Ari Dono Sukmanto di Palu, Sabtu (11/5/2013), mengatakan, pengambilalihan kasus tersebut bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ip adalah narapidana kasus kekerasan Poso yang divonis sembilan tahun pada 2006 namun bebas bersyarat beberapa tahun setelahnya. Penangkapan Ip dan keempat rekannya saat membawa sekitar enam ton solar ilegal adalah berkat kerja sama antara Polres Poso dan Polres Tojo Una-Una.

Brigjen Ari Dono mengatakan, saat ini polisi berusaha memaksimalkan tugasnya sebagai pelayan masyarakat di Kabupaten Poso dan sekitarnya. "Oleh karena itu, kalau ada penanganan kasus dianggap "besar" dan bisa berpotensi konflik akan ditangani di Polda Sulawesi Tengah," katanya.

Polisi saat ini juga sedang mendalami kaitan kasus penjualan solar ilegal dengan kasus terorisme di Kabupaten Poso. "Kita masih dalami keterlibatannya, meski saat ini belum terbukti," ujarnya.

Ip ditangkap pada Jumat dinihari kemarin di Kabupaten Tojo Una-Una karena kedapatan membawa sekitar enam ton BBM bersubsidi jenis solar tanpa dilengkapi dokumen resmi. BBM tersebut dibeli dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Poso dan selanjutnya dibawa ke Kabupaten Tojo Una-Una yang berjarak sekitar 200 kilometer dari Poso.

Saat ini, Polda Sulawesi Tengah gencar melakukan pengamanan SPBU terkait adanya rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini. "Siapa pun pelakunya yang menyalahgunakan BBM bersubsidi akan ditindak sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.