Kompas.com - 10/05/2013, 15:54 WIB
|
EditorKistyarini

SUKOHARJO, KOMPAS.com — Para santri dari Pondok Assalam, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, berkumpul di observatorium di kompleks pondok sejak pukul 05.00 WIB untuk menyaksikan gerhana matahari cincin, Jumat (10/5/2013).

Mereka mendengarkan instruksi pengasuh mereka sambil mengawasi matahari di ufuk timur. Lalu sekitar pukul 05.45 WIB fenomena gerhana terjadi meski tidak bisa sempurna karena tertutup awan.

"Ini adalah fenomena langka karena satu-satunya gerhana cincin yang terjadi pada tahun 2013. Namun, karena posisi di Indonesia yang berbeda dengan daerah lain yang berada di perlintasan utama seperti Papua Niugini dan Australia, maka yang muncul adalah gerhana sebagian," kata Ustaz Ar Sugeng Riyadi, Jumat (10/5/2013).

Menurut Ustaz Ar, apabila dilihat dari Papua Niugini atau Australia, gerhana yang terjadi berbentuk cincin. "Fenomena terjadi pada pukul 05.45 WIB. Ada kontak awal antara matahari dan bulan, lalu kontak terakhir pada pukul 06.30. Tadi sempat ada awan sehingga menutupi proses terjadinya gerhana. Namun setelah itu, kurang lebih 15 menit para pengamat bisa menyaksikan gerhana meskipun tanpa alat," terang pengasuh Klub Astronomi Santri Assalam itu.

Sementara itu, salah satu siswa, Muhmmad Rizki, mengaku senang dan takjub terhadap fenomena alam yang dia amati pada Jumat pagi tersebut. "Keren, Mas. Senang bisa mengamati kejadian langka," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.