Kompas.com - 10/05/2013, 07:10 WIB
EditorAgus Mulyadi

TIMIKA, KOMPAS.com — Kabupaten Mimika aman dari gangguan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Komandan Kodim 1710 Mimika, Papua, Letkol (Inf) Dwi Lagan Safruddin menegaskan itu di Timika, Jumat (10/5/2013).

Dwi Lagan mengatakan, kampanye politik OPM yang semakin gencar di luar negeri melalui pembukaan kantor di Oxford, Inggris, beberapa waktu lalu tidak berdampak pada situasi keamanan di Mimika.

"Kami di Mimika, khususnya di Timika, tidak ada dampak sama sekali. Masyarakat tetap menjalankan aktivitasnya secara normal," kata Dwi Lagan.

Ia berharap, warga Mimika tidak terpengaruh dengan isu-isu yang dapat memecah-belah persatuan dan keutuhan masyarakat Mimika. Jajaran TNI tetap mendukung pihak kepolisian setempat, dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat untuk tetap beraktivitas secara normal.

Dalam waktu dekat, ungkap Dwi Lagan, Kodim 1710 Mimika akan mengaktifkan pos Koramil di Kwamki Lama, daerah yang selama ini rawan terjadi konflik perang suku. Kodim Mimika berencana membangun lapangan sepak bola dan lapangan voli di Kwamki Lama, agar masyarakat setempat bisa mengisi kegiatan mereka dengan hal-hal positif.

Pengibar BK

Sementara itu, Polres Mimika terus menyelidiki keterlibatan 16 warga, dalam kegiatan pengibaran bendera bintang kejora di kawasan Pasar Minggu, Jalan Trikora, Kwamki Baru, pada 1 Mei 2013.

Humas Polres Mimika, Hempi Ona, mengatakan, sejauh ini penyidik belum menetapkan tersangka kasus tersebut. "Tersangka belum ada, karena sampai sekarang masih terus didalami siapa yang berada di balik kejadian di Kwamki Baru itu," jelas Hempi.

Menurut dia, dari 16 warga yang ditahan di Mapolres Mimika, kemungkinan ada dua sampai tiga warga yang akan ditetapkan menjadi tersangka, sedangkan yang lain hanya ikut-ikutan saat kejadian tersebut. Bagi warga yang hanya ikut-ikutan akan segera dikembalikan ke rumahnya masing-masing.

Hempi menegaskan, Polres Mimika berkomitmen untuk memproses para pelaku utama pengibaran bendera bintang kejora di Pasar Minggu, Kwamki Baru, tersebut.

"Pelaku utama tetap kami proses. Ini masalah negara. Kapolres Mimika, ajun Komisaris Besar Jeremias Rontini, berkomitmen untuk tetap memproses siapa pun yang melanggar hukum," ujar Hempi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.