Kompas.com - 09/05/2013, 21:01 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

 

MEDAN, KOMPAS.com-Direktur Eksekutif Yayasan Ekosistem Lestari(YEL) Ian Singleton, jumlah orangutan sumatera terus menyusut dari tahun ke tahun lantaran alih fungsi lahan.

Bahkan, orangutan di kawasan Rawa Tripa Aceh diperkirakan punah pada tahun ini.

"Kalau pemerintah tidak menghukum pelaku alih fungsi lahan dan membuat mereka jera, Orangutan aka punah," ujarnya di Medan, Kamis (9/5/2013).

Saat ini jumlah orangutan di Rawa Tripa tinggal 300an ekor. Padahal pada tahun 1990 jumlahnya tak kurang dari 3.000 ekor saat lahan Rawa Tripa masih 61.803 hektar.

Rawa Tripa merupakan kawasan yang termasuk dalam Ekosistem Leuser yang dijadikan kawasan strategis dalam konservasi lingkungan.

Saat ini, lahan Rawa Tripa tinggal sekitar 20.000 hektar.

Menurut Ian, lahan gambut Rawa Tripa beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit oleh perusahaan kepala sawit.

Perusahaan tersebut antara lain PT Gelora Sawita Makmur, PT Kallista Alam, PT Patriot Guna Sakti Abadi II, PT Cemerlang Abadi, dan PT Astra Agro Lestari.

Alih fungsi ini praktis mempersempit habitat orangutan. Secara umum, kata Ian, populasi orangutan Sumtera tinggal 6.600 ekor.

Sebanyak 85 persen berada di kawasan Ekosistem Leuser. Sisanya berada di Dairi, Tapanuli, dan Mandailing Natal. Dua puluh tahun lalu, jumlah orangutan sekitar 13.000 ekor.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X