Ratusan Polisi dan Tentara Jaga Rumah Terduga Teroris Kebumen - Kompas.com

Ratusan Polisi dan Tentara Jaga Rumah Terduga Teroris Kebumen

Kompas.com - 09/05/2013, 13:17 WIB

KEBUMEN, KOMPAS.com — Aparat Kepolisian dan TNI masih berjaga di lokasi penggerebekan para terduga teroris di Dusun Kembaran, Desa Ungaran, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/5/2013) sekitar pukul 12.40.

Sekitar 150 meter dari ujung gang menuju lokasi rumah yang dikontrak terduga teroris telah dipasang garis polisi sehingga masyarakat tidak bisa mendekat. Petugas sempat menghalau puluhan warga yang hendak mendekati lokasi itu dari arah selatan.

Ratusan personel polisi dan TNI, di antaranya bersenjata lengkap, menjaga berbagai tempat di sekitar lokasi penggerebekan yang dilakukan petugas Densus 88 Antiteror sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.

Hingga pukul 12.50, petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi itu. Kepala Polres Kebumen AKBP Heru Trisasono juga masih berada di lokasi tersebut. Puluhan mobil dan truk polisi, termasuk milik Gegana, diparkir di dekat lokasi tersebut.

Penggerebekan terhadap para terduga teroris oleh petugas Densus 88 Antiteror di tempat itu diwarnai dengan kontak tembak. Kepala Polres Kebumen AKBP Heru Trisasono mengatakan bahwa tiga di antara tujuh terduga teroris tewas dalam penyergapan itu.

"Dalam penyergapan pada Rabu malam hingga Kamis ini, tiga orang dilumpuhkan karena melakukan perlawanan," katanya.

Evakuasi terhadap tiga terduga teroris yang tewas dalam kontak tembak dengan aparat Densus 88 itu sekitar pukul 09.30. "Empat orang di antaranya diamankan. Dua orang disergap di dalam rumah kontrakan, sedangkan dua orang lainnya disergap di luar rumah," katanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorKistyarini

    Terkini Lainnya

    Bawaslu Bengkulu Panggil 2 Bupati Usai Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'aruf

    Bawaslu Bengkulu Panggil 2 Bupati Usai Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'aruf

    Regional
    Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden, Bagaimana Ceritanya?

    Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden, Bagaimana Ceritanya?

    Nasional
    Eni Anggap Uang Kotjo untuk Munaslub Golkar dari Sumber yang Halal

    Eni Anggap Uang Kotjo untuk Munaslub Golkar dari Sumber yang Halal

    Nasional
    5 Fakta Kecelakaan Kapal Motor di Sungai Kapuas, 4 Masih Hilang hingga Arus Deras Jadi Kendala

    5 Fakta Kecelakaan Kapal Motor di Sungai Kapuas, 4 Masih Hilang hingga Arus Deras Jadi Kendala

    Regional
    Petani Buang Buah Naga Merah ke Sungai karena Harganya Murah

    Petani Buang Buah Naga Merah ke Sungai karena Harganya Murah

    Regional
    Otoritas Meksiko Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Ledakan Pipa Minyak Ilegal

    Otoritas Meksiko Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Ledakan Pipa Minyak Ilegal

    Internasional
    Pendaki Wanita Berjuluk 'Bikini Hiker' Tewas Membeku di Taiwan

    Pendaki Wanita Berjuluk "Bikini Hiker" Tewas Membeku di Taiwan

    Internasional
    Fadli Zon Sarankan KPU Cari Moderator Debat dari Kalangan Akademisi

    Fadli Zon Sarankan KPU Cari Moderator Debat dari Kalangan Akademisi

    Nasional
    Keluarga Berharap Baasyir Dibebaskan Sesuai Keputusan Awal Jokowi

    Keluarga Berharap Baasyir Dibebaskan Sesuai Keputusan Awal Jokowi

    Nasional
    Tunangan Selesaikan Masalah Utang, Pernikahan Putri Mako Bisa Digelar

    Tunangan Selesaikan Masalah Utang, Pernikahan Putri Mako Bisa Digelar

    Internasional
    Temui Presiden Jokowi, Empat Bupati di Maluku Utara Minta Bangun Bandara dan Pelabuhan

    Temui Presiden Jokowi, Empat Bupati di Maluku Utara Minta Bangun Bandara dan Pelabuhan

    Nasional
    Pengelola Pasar Baru Bekasi Pastikan Tempatnya Layak untuk Berjualan

    Pengelola Pasar Baru Bekasi Pastikan Tempatnya Layak untuk Berjualan

    Megapolitan
    Selain Kapolda, Kapolres Jakpus, Jakut, dan Tangerang Kota Ikut Dirotasi

    Selain Kapolda, Kapolres Jakpus, Jakut, dan Tangerang Kota Ikut Dirotasi

    Megapolitan
    BPN: Survei Membuktikan Masyarakat Ingin Perubahan Ekonomi

    BPN: Survei Membuktikan Masyarakat Ingin Perubahan Ekonomi

    Nasional
    Yakin Menang 70 persen, Ma'ruf Amin Sebut Jatim Tinggal Pemantapan

    Yakin Menang 70 persen, Ma'ruf Amin Sebut Jatim Tinggal Pemantapan

    Regional

    Close Ads X