Kompas.com - 09/05/2013, 11:06 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

KENDAL, KOMPAS.com — Terduga teroris berinisial PAS, yang ditangkap Densus 88 di Kendal, Jawa Tengah, pernah bekerja di bagian farmasi Rumah Sakit Islam Weleri, Kendal. Namun, ia telah keluar dari Rumah Sakit Islam Weleri (RSI Weleri) itu sejak Januari 2013. Hal itu dikatakan perwakilan Humas RSI Weleri Kendal, Farid, Kamis (9/5/2013).

Menurut Farid, PAS tercatat cukup lama bekerja di rumah sakit tersebut. Ia tak mengetahui pasti alasan PAS keluar dan membuka usaha sendiri. 

"Ia sudah bekerja di RSI selama 12 tahun. Tapi tanpa alasan yang jelas, per Januari 2013 kemarin mengundurkan diri dari kerjanya," kata Farid.

Farid mengaku tidak tahu PAS ditangkap oleh Densus 88 pada Rabu (8/5/2013) malam. Sejak keluar dari RSI Weleri, ia tak pernah berkomunikasi dengan PAS.

Seperti diberitakan sebelumnya, Densus 88 Polri, Rabu sekitar pukul 18.30 WIB malam, berhasil membekuk PAS (39), warga Desa Tambaksari, RT 02 RW 01 Kecamatan Rowosari, Kendal, Jawa Tengah, yang diduga teroris. Penangkapan PAS dilakukan oleh puluhan personel yang membawa empat mobil. Densus sempat melepaskan dua kali tembakan ke udara sebelum membekuk terduga teroris dan dibawa masuk ke mobil, sambil tangannya diikat dengan tali. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X