Perempuan Pemilik Toko Ditemukan Tewas Dibunuh

Kompas.com - 08/05/2013, 22:18 WIB
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang perempuan paruh baya yang diketahui bernama Tjua Sio Hong atau yang dikenal Cik Hong (56) ditemukan tewas dibunuh di rumahnya, Rabu (8/5/2013). Rumah yang juga terdapat toko kelontong, Toko Pangestu itu beralamat di Jalan Moch Suyudi Nomor 1 Semarang.

Peristiwa pertama kali diketahui oleh suami korban, Budiyatno, yang oleh warga sekitar diketahui sebagai seorang general manager di sebuah pabrik besar di Semarang.

Ketika itu suami korban pulang karena korban tidak mengangkat telepon saat dihubungi. Saat pulang itulah Budiyatno melihat istrinya sudah terlentang bersimbah darah dan terluka di ruang depan dapur. Sedang rumah dalam kondisi berantakan.

Menurut seorang tetangga, Sulasih (52), pada pagi hari toko korban terlihat dibuka. Namun setelah itu kondisi toko hanya dibuka sebagian kecil. "Tadi pagi itu buka dan biasanya memang buka, tahu-tahu tadi suaminya pulang, korban sudah meninggal," ujarnya.

Sehari-hari, ia mengatakan korban tinggal bersama suami dan anak keduanya. Sedang anak pertama dan cucunya tinggal di Jakarta. "Orangnya itu baik, tidak sombong. Warga juga sering ke sini untuk membeli kebutuhan," katanya saat ditemui di lokasi kejadian.

Aparat dari Polrestabes Semarang dan Polsek Semarang Tengah kemudian melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Satu unit mobil ambulans juga terlihat datang untuk membawa jenazah korban ke RSUP Dr Kariadi Semarang.

Pihak kepolisian juga menerjunkan anjing pelacak untuk melacak keberadaan pelaku. Anjing dibawa masuk kerumah, kemudian terlihat keluar pintu samping dan sempat berhenti di sebuah swalayan di Jalan Gajahmada atau sekitar 200 meter dari rumah korban.

Kondisi rumah korban masih terlihat acak-acakan dan belum diketahui apakah ada harta benda yang dibawa pelaku. Seorang tukang parkir di kawasan itu yang mengaku melihat seseorang menggunakan sepeda motor ke rumah korban masih dimintai keterangan polisi.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Harryo Sugihartono mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus pembunuhan ini. Korban diketahui mengalami luka akibat senjata tajam di tengkuk dan kepala.

"Ini pembunuhan, tapi membingungkan dan motifnya sedang kita dalami. Sebab tidak ada barang berharga yang hilang. Bisa jadi karena uang yang dicari tidak didapat," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

Regional
Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Regional
Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Regional
BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

Regional
Oknum Brimob yang Diduga Jual Senjata ke KKB Akan Dijerat Pidana Umum

Oknum Brimob yang Diduga Jual Senjata ke KKB Akan Dijerat Pidana Umum

Regional
Kronologi Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Buat Kerangka Jendela Pesanan Pembeli

Kronologi Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Buat Kerangka Jendela Pesanan Pembeli

Regional
Aktivitas Merapi Meningkat, Bupati Magelang Minta Jalur Evakuasi Diperiksa

Aktivitas Merapi Meningkat, Bupati Magelang Minta Jalur Evakuasi Diperiksa

Regional
Hamil 9 Bulan, Lisnawati Tewas Setelah Jatuh Terpelesat Saat Terjadi Gempa, Ini Kronologinya

Hamil 9 Bulan, Lisnawati Tewas Setelah Jatuh Terpelesat Saat Terjadi Gempa, Ini Kronologinya

Regional
Pencarian Santri yang Hanyut di Air Terjun Tibu Atas Dilanjutkan, Tim Penyelam Diturunkan

Pencarian Santri yang Hanyut di Air Terjun Tibu Atas Dilanjutkan, Tim Penyelam Diturunkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X