Kompas.com - 08/05/2013, 14:24 WIB
|
EditorRusdi Amral

KALIANDA, KOMPAS.com - Su Ji Bing, mualim I Kapal Tangker berbendera Singapura MT Norgas Cathinka, divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kalianda dalam perkara tabrakan dengan kapal roro KMP Bahuga Jaya. Vonis bebas ini dibacakan dalam sidang putusan perkara tabrakan MT Norgas Cathinka dengan KMP Bahuga Jaya, Rabu (8/5/2013) di PN Kalianda.

Bertindak sebagai majelis hakim Afit Rufiadi, Aryo Widiatmoko, dan Dicky Wahyudi. Dalam amar putusan yang dibacakan Afit Rufiadi selaku ketua majelis hakim, segala tuntutan jaksa penuntut umum yang menjerat warga negara China ini tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Su Ji Bing yang bertindak sebagai perwira jaga saat peristiswa tabrakan kapal terjadi, dijerat dengan dakwaan alternatif Pasal 359 KUHP atau Pasal 332 Undang-Undang 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dengan tuntutan 1 tahun penjara.

Dalam putusannya, majelis hakim berpendapat, terdakwa telah melakukan tindakan yang tegas dan benar sesuai prosedur untuk mencegah terjadinya tabrakan yang mengakibatkan tujuh korban jiwa itu. Hakim meyakini hal itu berdasarkan kombinasi dari keterangan saksi, terdakwa, saksi ahli dan rekaman voyage data recorder (VDR) dari MT Norgas Cathinka.

Berbeda dengan persidangan di Mahkamah Pelayaran, sidang perkara pidana ini menjadikan VDR itu sebagai salah satu alat bukti penting. "Tindakan terdakwa dengan melakukan olah gerak total hingga 60 derajat ke kanan sebelum terjadi tabrakan adalah tindakan dini yang tegas dan sudah sesuai ketentuan P2TL (Peraturan Pencegahan Tabrakan di Laut). Bahuga Jaya yang harusnya bertahan, bukan justru melakukan olah gerak ke kiri secara tiba-tiba," tutur Afit dalam pertimbangan putusannya.

Diakui Afit dalam putusan ini, pihaknya mengenyampingkan isi putusan Mahkamah Pelayaran yang sebelumnya justru memvonis Su Ji Bing bersalah. Menurutnya, sesuai prinsip kemandirian hakim, pihaknya tidak menjadikan vonis Mahkamah Pelayaran sebagai yurisprudensi yang turut menjadi pertimbangan. Su Ji Bing juga dibebaskan dari dakwaan kedua Pasal 332 Undang-Undang Pelayaran. Pasal ini juga didakwakan kepada Su oleh jaksa karena ia dianggap tidak melakukan pertolongan kepada korban Bahuga Jaya.

"Saat kejadian, terdakwa sudah mengalihkan kemudi ke nakhoda (Ernesto). Dengan demikian, itu bukan lagi menjadi tugasnya," ujar Afit yang merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada.

Edinas Sikumbang, pengacara terdakwa, mengapresiasi putusan majelis hakim ini. "Hakim benar-benar menggali dan mengungkap fakta sesungguhnya. Jika saja VDR itu diperdengarkan di Mahkamah Pelayaran, hasilnya akan berbeda," tutur pengacara dari Kantor ASP & Partners ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Atiek Rusmiati selaku JPU belum menentukan sikap terkait vonis bebas itu. "Kami menyatakan pikir-pikir," ujarnya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.