Stop Perbudakan Pada Buruh

Kompas.com - 08/05/2013, 10:53 WIB
|
EditorRusdi Amral

SURABAYA, KOMPAS.com - Memperingati 20 Tahun kematian Marsinah, ratusan buruh perempuan Aliansi Buruh Jawa Timur bersama elemen lain akan menggelar aksi simpatik Bunga untuk Marsinah di Kawasan Rungkut Industri III samping PT Catur Putra Surya. Perusahaan ini merupakan pabrik arloji tempat awal Marsinah mulai bekerja.

Dalam aksi yang digelar Rabu (8/5/2013), buruh perempuan membawa karangan bunga, tabur bunga dan membagi bunga sebagai simbol penghargaan terhadap perjuangan yang dilakukan Marsinah pada Mei 1993 lalu.

Jamaluddin dari Alinasi Buruh Jawa Timur di Surabaya, Rabu (8/5/2013) mengatakan, jenasah Marsinah ditemukan di gubuk petani dekat hutan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur pada 8 Mei 1993 dengan kondisi mengenaskan. Sekujur tubuhnya penuh luka memar bekas pukulan benda keras.

Marsinah, yang lahir 10 April 1969 adalah seorang aktivis dan buruh pabrik PT Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari. Karena banyak pelanggaran hak normatif, Marsinah turut memperjuangkan nasib buruh di PT CPS. Keterlibatan Marsinah dalam aksi unjuk rasa dan mogok antara lain terlibat dalam rapat yang membahas rencana unjuk rasa pada tanggal 2 Mei 1993 di Tanggulangin, Sidoarjo.

Selanjutnya pada 3 Mei 1993, para buruh mencegah teman-temannya bekerja. Komando Rayon Militer (Koramil) setempat saat itu turun tangan mencegah aksi buruh dan pada 4 Mei 1993, para buruh mogok total mereka mengajukan 12 tuntutan, termasuk perusahaan harus menaikkan upah pokok dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250 per hari. Tunjangan tetap Rp 550 per hari mereka perjuangkan dan bisa diterima, termasuk oleh buruh yang absen.Sampai dengan tanggal 5 Mei 1993, Marsinah masih aktif bersama rekan-rekannya dalam kegiatan unjuk rasa dan perundingan-perundingan.

Marsinah menjadi salah seorang dari 15 orang perwakilan karyawan yang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan. Pasca aksi mogok 5 Mei 1993, 13 buruh dipanggil Kodim Sidoarjo, tentara mendesak agar ke-13 perwakilan buruh itu menandatangani surat PHK. Para buruh terpaksa menerima PHK karena tekanan fisik dan psikologis yang bertubi-tubi. Dua hari kemudian menyusul 8 buruh lainnya di-PHK di tempat yang sama, Marsinah memprotes hal tersebut dan selanjutnya hilang dan ditemukan meninggal.

Kasus ini selanjutnya menjadi sorotan luas sehingga sempat dilakukan proses hukum namun Mahkamah Agung membebaskan semua terdakwa dari segala dakwaan (bebas murni). Kasus ini menjadi kasus di ILO (Organisasi Buruh Internasional), dikenal sebagai kasus 1713. Hingga sekarang belum diketahui siapa pembunuh Marsinah.

Masa 20 tahun berlalu selain Marsinah belum mendapatkan keadilan nasib buruh di Indonesia pun masih belum membaik, pelanggaran terhadap hak-hak buruh masih terjadi secara massif, terstruktur dan sistematis seperti sistem perbudakan terhadap buruh yang terjadi di Tangerang maupun sistem tenaga alih daya serta kontrak yang masih merajalela.

Kaum buruh di Indonesia juga masih dalam kondisi tertindas, sering menjadi korban union busting, upah murah, hak-hak buruh perempuan dilanggar, jaminan sosial buruk dan PHK sewenang-wenang. 

Dalama momen memperingati 20 tahun Marsinah, kata Jamaluddin, Aliansi Buruh Jawa Timur menuntut pemerintah agar membuka kembali serta usut tuntas dan adili pembunuh Marsinah. Tuntutan lain dari kaum buruh hentikan segala bentuk perbudakan terhadap buruh, wujudkan perlindungan terhadap buruh perempuan, stop keberpihakan dan keterlibatan TNI dan Polisi dalam kasus perburuhan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

42 ASN Pemprov Jateng Terjangkit Covid-19, Ini Kata Ganjar

42 ASN Pemprov Jateng Terjangkit Covid-19, Ini Kata Ganjar

Regional
Kasus Covid-19 Tinggi, Pemprov Jatim Terima Bantuan 100.000 Tablet Avigan

Kasus Covid-19 Tinggi, Pemprov Jatim Terima Bantuan 100.000 Tablet Avigan

Regional
Rhoma Irama Menyanyi Saat Pandemi Corona, 500 Orang Wajib Tes Covid-19

Rhoma Irama Menyanyi Saat Pandemi Corona, 500 Orang Wajib Tes Covid-19

Regional
Almarhum Hilmi Aminuddin Positif Corona, Sempat Menolak Berobat, Istri dan Anak Juga Terinfeksi Covid-19

Almarhum Hilmi Aminuddin Positif Corona, Sempat Menolak Berobat, Istri dan Anak Juga Terinfeksi Covid-19

Regional
Ibu Baru Melahirkan Positif Corona, Kamar Operasi RSUD Sinjai Ditutup Sementara

Ibu Baru Melahirkan Positif Corona, Kamar Operasi RSUD Sinjai Ditutup Sementara

Regional
Ridwan Kamil Tantang Insinyur Kembangkan Teknologi 'Touchless' di Ruang Publik

Ridwan Kamil Tantang Insinyur Kembangkan Teknologi "Touchless" di Ruang Publik

Regional
Gubernur Riau Melayat Prajurit TNI yang Gugur di Kongo, Sebut Rama Wahyudi Sebagai Pahlawan

Gubernur Riau Melayat Prajurit TNI yang Gugur di Kongo, Sebut Rama Wahyudi Sebagai Pahlawan

Regional
Alasan Tito Karnavian Sambangi Sumut, Ada 'Rapor Merah' soal Anggaran Pilkada

Alasan Tito Karnavian Sambangi Sumut, Ada "Rapor Merah" soal Anggaran Pilkada

Regional
86 Dokter dan 146 Perawat di Jatim Positif Covid-19, Angka Kematian Tinggi

86 Dokter dan 146 Perawat di Jatim Positif Covid-19, Angka Kematian Tinggi

Regional
Beli Gorengan Bersama Ibu, Bocah 3 Tahun Hanyut di Sungai

Beli Gorengan Bersama Ibu, Bocah 3 Tahun Hanyut di Sungai

Regional
Soal Klaster Unilever, Ridwan Kamil Wajibkan Industri Besar Lain Gelar Tes PCR Mandiri

Soal Klaster Unilever, Ridwan Kamil Wajibkan Industri Besar Lain Gelar Tes PCR Mandiri

Regional
Cerita Eddy Rahmayadi, Kaget Ditelepon Tito Karnavian Malam-malam soal Pilkada

Cerita Eddy Rahmayadi, Kaget Ditelepon Tito Karnavian Malam-malam soal Pilkada

Regional
Bupati Magetan: Perantau yang Positif Covid-19 Sebaiknya Jangan Pulang

Bupati Magetan: Perantau yang Positif Covid-19 Sebaiknya Jangan Pulang

Regional
Kasus Corona di Banyumas Bertambah 2, Total 80 Orang Positif

Kasus Corona di Banyumas Bertambah 2, Total 80 Orang Positif

Regional
Wisatawan yang Terseret Ombak Saat Berswafoto di Cilacap Ditemukan Tewas

Wisatawan yang Terseret Ombak Saat Berswafoto di Cilacap Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X