Usai Arung Jeram di Magelang, 1 Pelajar Tewas dan 1 Hilang Tenggelam

Kompas.com - 08/05/2013, 04:15 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

MAGELANG, KOMPAS.com — Dua pelajar SMA IT Al-Hikmah Karanggede, Kabupaten Boyolali, tenggelam usai mengikuti arung jeram di Kali Elo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Satu pelajar ditemukan tewas dan satu lagi masih dalam pencarian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi Selasa (7/5/2013) siang. Saat itu, 95 siswa dan 12 guru pendamping MTs Terpadu dan SMA IT Al-Hikmah Karanggede, Kabupaten Boyolali, mengikuti wisata arung jeram di Kali Elo. Mereka menggunakan jasa operator Paradise Bali dengan menyewa 18 perahu, yang masing-masing menyertakan satu guru pendamping dan satu pemandu (river guide).

Mereka turun ke sungai sekitar pukul 09.00 WIB di Dusun Pare, Mungkid. Tidak ada kendala apa pun selama 2,5 jam perjalanan arung jeram yang berakhir di Paradise Bali, tepatnya di belakang pom bensin Bojong I, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Insiden baru terjadi seusai perjalanan arung jeram ini.

Menyelamatkan teman

Setelah menyelesaikan arung jeram, dua siswa MTs Terpadu, Faris dan Abid, hanyut dan hendak tenggelam di Kali Elo saat bermain di tepian sungai bersama teman-temannya dalam posisi tak lagi mengenakan pelampung. Banyak temannya berusaha menolong.

Di antara siswa yang berusaha menolong Faris dan Abid adalah Indra Maulana (17) dan Irfan Wahid (17). Nahas, setelah Faris dan Abid tertolong, justru Indra dan Irfan yang hanyut terbawa arus sungai. "Waktu itu, anak-anak sedang antre mandi mendengar ada teriakan minta tolong dari siswa MTs. Setelah berhasil menolong, justru mereka tenggelam," kata salah satu guru pendamping, Giri Sayekto, Selasa (7/5/2013) malam.

Giri mengatakan, Indra, warga Suruh, Sukorejo, Boyolali, ditemukan 10 menit kemudian, tetapi sudah dalam kondisi meninggal, sekitar 300 meter dari lokasi awal mereka tenggelam. Jenazah Indra segera dibawa ke RSUD Muntilan.

Sementara Irfan, warga Andong, Boyolali, belum ditemukan hingga berita ini diturunkan. "Sebenarnya kami sudah mengingatkan mereka agar tidak berenang karena arus sedang deras," ungkap Giri dengan raut muka yang tampak masih syok.

Giri dan keempat guru masih menanti hasil pencarian Irfan. Sementara murid lain sudah kembali ke Boyolali. "Kami tidak sempat makan dan mandi. Tapi, kami yakin Irfan ditemukan, insya Allah" ungkap Giri.

Informasi tentang hilangnya Irfan ini sempat simpang siur. Sejumlah rekannya mengatakan Irfan berada di daratan dan sempat minum teh yang disediakan oleh operator. Namun, ketika diabsen, Irfan tidak ada di tempat. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari Tim SAR Kabupaten Magelang, relawan, serta TNI dan Polri masih melakukan pencarian terhadap Irfan.

Kabag Humas SAR Kabupaten Magelang, Ahmad Muslim, mengatakan, penyisiran sudah dilakukan hingga satu kilometer dari lokasi awal hilangnya korban. "Kami masih melakukan pencarian," ujarnya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X