Kompas.com - 07/05/2013, 21:02 WIB
|
EditorKistyarini

DENPASAR, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menjamin warga yang sedang dirawat di rumah sakit saat hari pencoblosan tidak akan kehilangan hak suara. KPU menyiapkan petugas TPS di sekitar rumah sakit se-Bali untuk memfasilitasi pasien yang akan menggunakan hak suaranya.

"Bagi mereka yang rawat inap, nanti KPU akan menjamin hak pilihnya. TPS disekitar rumah sakit akan mengeroyok," ujar Anggota KPU Bali Ketut Udi Prayudi di Denpasar, Selasa (7/5/2013).

Yang dimaksud dengan "mengeroyok" adalah, TPS di lingkungan sekitar rumah sakit siap mendatangi pasien lengkap dengan logistik pemilu yang dibutuhkan.

Sesuai Undang-Undang tidak ada aturan TPS khusus di rumah sakit sehingga TPS terdekat yang akan jemput bola dengan membawakan surat dan kotak suara.

Syarat pasien RS dapat menggunakan hak pilihnya adalah menyerahkan undangan C6 kepada petugas TPS. Keluarga yang sedang mengunggu pasien pun bisa mencoblos di rumah sakit dengan syarat yang sama.

Syarat undangan C6 wajib dan tidak bisa diganti dengan KTP karena sesuai putusan Mahkamah Konstitusi penggunaan KTP hanya bisa dilakukan di TPS sesuai domisili.

Pemilihan Gubernur Bali akan digelar pada 15 Mei mendatang. Dua pasangan cagub dan cawagub yang bertarung dalam Pilgub Bali 2013 ini adalah pasangan AA ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan dan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X