Kompas.com - 07/05/2013, 20:35 WIB
|
EditorKistyarini

KENDARI, KOMPAS.com - Keluarga korban pembunuhan di Kendari mendatangi markas Polresta Kendari, Selasa (7/5/2013), untuk mendesak aparat kepolisian agar menangkap kembali Imsak, pembunuh tiga anggota keluarga mereka yang kabur dari rumah sakit jiwa.

Di hadapan Wakapolresta Kendari, Komisaris Polisi Dinar W,  menantu korban La Bodjo Basri, Sartina menyatakan, Imsak bisa kabur karena keteledoran polisi. Sartina mengatakan, kepolisian yang seharusnya bertanggung jawab penuh terhadap tersangka pembunuhan yang telah menewaskan tiga nyawa.

"Sebenarnya seperti apa penjagaan yang diakukan pihak kepolisian, masak kalau pencuri ayam dikawal begitu ketat, sementara pembunuh yang telah menghabisi tiga nyawa sekaligus terkesan dibiarkan lolos," kata Sartina dengan nada kesal.

Menurut dia, tidak bersungguh-sungguh dalam mengawal Imsak, tersangka tunggal kasus pembunuhan terhadap tiga orang itu.

Pada kesempatan yang sama, tetangga korban, Ikhwan, mengaku tidak berani keluar rumah setelah mendapat kabar bahwa Imsar kabur. Ketakutan yang sama juga dirasakan tetangga-tetangga lain di Jalan Bunga Kamboja.

"Terus terang saja Pak, setelah mengetahui Imsak kabur, kami sudah tidak berani pulang malam, jangan sampai kami dihadang di jalan. Kami juga was-was, jangan sampai tiba-tiba Imsak masuk ke dalam rumah kami melalui plafon rumah," ujarnya.

Menanggapi protes keluarga korban pembunuhan, Wakapolres Kendari, Kompol Dinnar, juga menyayangkan kaburnya Imsak. Namun dia berjanji, pihaknya tidak akan lepas tangan. "Kami akui dalam kasus ini kami dari pihak kepolisian lalai. Kami akan tetap bertanggung jawab. Anggota kami sudah disebar sekitar 30 sampai 40 anggota untuk melakukan pencarian karena kami memang beri perhatian khusus untuk kasus ini," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya juga cukup mengerti kalau keluarga korban menyalahkan pihak kepolisian, saya balikkan pada diri saya sendiri, jika hal ini saya yang mengalaminya, kami akui kami memang merasa kecolongan, tapi kami optimistis penangkapan terhadap Imsak pasti akan segera dilakukan," lanjutnya.

Namun demikian, tambah Dinar pihaknya berkeyakinan tersangka pembunuhan akan segera tertangkap. "Kami juga akan telah menyebarkan foto-foto pelaku di seluruh obyek vital, dan juga kami sudah keluarkan perintah tembak di tempat jika tersangka mencoba melawan," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku pembunuhan tiga anggota keluarga di Jalan Bunga Kamboja, Kelurahan Lahundape, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Imsak alias Imsar (23) kabur saat dirawat di Rumah Sakit Jiwa setempat. Imsak yang merupakan tahanan Polresta Kendari, kabur dari sel RSJ melalui plafon kamar mandi pukul 18.00 WITA, Sabtu (4/5/2013).

Menurut petugas RSJ Kendari, Suwarno, Imsak dijaga petugas Satpol PP.  "Saya selesai piket Sabtu sekitar pukul 17.00 WITA, saat itu saya keluar dan Imsak dijaga oleh petugas Pol PP. Namun, saya tidak melihat ada pihak kepolisian. Sekitar selesai shalat Maghrib, Imsak dicek, ternyata sudah lolos," tutur Suwarno, Senin (6/5/2013).

Menurut Suwarno, Imsak dirawat di Ruang R Nomor 3 atau ruangan isolasi. Imsak bahkan menempati ruangan khusus sendirian dan tidak digabung dengan pasien RSJ yang lain, dengan tangan tetap terborgol.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X