Bupati Sampang Didesak Relokasi Warga Syiah

Kompas.com - 07/05/2013, 20:07 WIB
|
EditorKistyarini

SAMPANG, KOMPAS.com - Bupati Sampang Fannan Hasib didesak untuk merelokasi para pengungsi Syiah yang kini ditampung di Gedung Olahraga Wijaya Kusuma, Sampang, Jawa Timur.

Desakan itu datang dari para tokoh masyarakat, pengasuh pondok pesantren dan warga Desa Bluuran, Kecamatan Omben dan Desa Karang Gayam, Kecamatan Karang Penang, Sampang, Selasa (7/5/2013).

Fannan juga diminta tidak memberi kesempatan bagi warga Syiah untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka boleh kembali ke desanya masing-masing dengan syarat mereka kembali ke ajaran Sunni.

Hotib, salah seorang tokoh masyarakat mengatakan, menolak tegas pemulangan pengungsi Syiah. Penolakan itu sudah harga mati, katanya. Tokoh masyarakat lainnya, Mahfud, mengatakan, tawaran kembali ke ajaran Sunni bisa menjadi pilihan bagi warga Syiah.

"Untuk menunjukkan keseriusan Bupati atas desakan ini, maka harus dibuatkan perjanjian yang ditandatangani sah oleh beliau," terang Fathorrosyd, koordinator aksi warga anti-Syiah Sampang.

Fannan sendiri mengaku, pada April lalu mengirim surat ke Gubernur Jawa Timur untuk melakukan relokasi pengungsi Syiah. Namun sampai saat ini masih belum ada keputusan.

"Kami berharap kepada para tokoh masyarakat dan warga untuk bersabar menunggu keputusannya seperti apa," kata Fannan.

Dijelaskan Fannan, penanganan pengungsi Syiah di Sampang bukan hanya kewenangan Pemkab Sampang, melainkan banyak lembaga yang terlibat.

Berdasarkan data di Pemkab Sampang, sudah ada 35 lembaga yang datang ke Sampang untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. Namun sampai sekarang juga belum ada tindak lanjutnya. 

Sebelumnya, ribuan warga Desa Bluuran, Kecamatan Omben, dan Desa Karang Gayam, Kecamatan Karang Gayam, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (7/5/2013), berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sampang.

Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Sampang mengusir ratusan warga Syiah yang ditampung di gedung olahraga Wijaya, Sampang. Beberapa poster hujatan terhadap warga Syiah dibentangkan dalam aksi demo ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X