KPK Diberondong Pertanyaan soal Jembatan Brawijaya

Kompas.com - 07/05/2013, 15:56 WIB
|
EditorKistyarini

KEDIRI, KOMPAS.com - Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dedi A Rachim, diberondong pertanyaan tentang tindak korupsi ketika menjadi pembawa materi pada seminar antikorupsi di kampus Universitas Islam Kadiri, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (7/5/2013).

Para peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa dan praktisi hukum itu banyak mempertanyakan kemungkinan KPK mengambil alih penanganan dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Brawijaya senilai Rp 66 miliar yang saat ini sedang ditangani Polda Jawa Timur.

Mereka juga mempertanyakan pelimpahan penanganan kasus dari Polres ke Polda. Peralihan penanganan itu dikhawatirkan mempengaruhi penyelesaian pengungkapan kasus yang pernah menjadi sorotan publik Kediri itu.

"Sudah ada tiga indikasi dugaan korupsi. Bahkan kami juga pernah melayangkan surat laporan ke KPK. Bagaimana?" tanya Mahbuba, mahasiswa semester VI Fakultas Hukum.

Dedi A Rachim menyatakan pada dasarnya KPK tidak serta merta menangani semua kasus korupsi. Meskipun demikian, menurut dia,  KPK mempunyai kewenangan untuk mengambil alih suatu kasus. Ia meminta mereka bersabar dan memberi kesempatan para pihak yang menanganinya untuk menyelesaikannya. " Kita tunggu saja perkembangan kasusnya," kata Dedi A Rachim.

Kapolres Kediri Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Ratno Kuncoro, yang juga menjadi narasumber dalam seminar itu, dihujani pertanyaan tentang tindak lanjut penanganan dugaan korupsi yang melibatkan para pejabat tinggi kota berjuluk Kota Tahu ini.

"Saya tidak dapat memberikan jawaban secara teknis karena kasusnya ditangani Polda. Namun, percayalah, kasus ini tidak digantung," kata Ratno Kuncoro.

Ia menambahkan, bukti masih terus berlanjutnya penangangannya adalah diperbantukannya beberapa penyidik Polresta yang pernah menangani kasus ini ke Polda Jawa Timur. "Mereka bergabung dengan tim dari Polda," pungkas Ratno.

Seperti diberitakan kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Brawijaya awalnya ditangani oleh Polresta Kediri. Saat itu Polresta juga sudah menetapkan tiga tersangka, yaitu dua dari birokrat dan satu dari pengusaha yang juga kerabat Wali Kota Kediri. Namun kasusnya kini telah ditarik ke Polda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecelakaan Maut di Bantul, Bocah 14 Tahun Setir Kia Picanto Tabrak 8 Motor, 1 Tewas

Kecelakaan Maut di Bantul, Bocah 14 Tahun Setir Kia Picanto Tabrak 8 Motor, 1 Tewas

Regional
26 Suster dan 29 Karyawan Biara St. Anna Sleman Positif Covid-19

26 Suster dan 29 Karyawan Biara St. Anna Sleman Positif Covid-19

Regional
Selundupkan 66 Kg Sabu Modus Bantuan Covid-19, Bos Alidon Express Divonis 20 Tahun Penjara

Selundupkan 66 Kg Sabu Modus Bantuan Covid-19, Bos Alidon Express Divonis 20 Tahun Penjara

Regional
Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Barang Tenggelam di Perairan Ambalawi, NTB

Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Barang Tenggelam di Perairan Ambalawi, NTB

Regional
Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus Bentrok 2 Kelompok Tani di Rokan Hulu

Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus Bentrok 2 Kelompok Tani di Rokan Hulu

Regional
Ganjar Cerita Pengalaman Mengantuk Usai Divaksin, Siswa SD: Soalnya Pak Gubernur Sudah Tua

Ganjar Cerita Pengalaman Mengantuk Usai Divaksin, Siswa SD: Soalnya Pak Gubernur Sudah Tua

Regional
Longsor di KM 6+200, Kendaraan Besar Dilarang Melintas di Tol Surabaya-Gempol

Longsor di KM 6+200, Kendaraan Besar Dilarang Melintas di Tol Surabaya-Gempol

Regional
Wagub Banten Ingatkan Warga, Keterisian Rumah Sakit di Banten Sudah 90 Persen

Wagub Banten Ingatkan Warga, Keterisian Rumah Sakit di Banten Sudah 90 Persen

Regional
Viral Video Sejoli Berpelukan di Tengah Jalan dan Tak Mau Lepas, Polisi: Mereka ODGJ dan Ketakutan...

Viral Video Sejoli Berpelukan di Tengah Jalan dan Tak Mau Lepas, Polisi: Mereka ODGJ dan Ketakutan...

Regional
Satgas Covid-19 Riau Sebut Ada Nakes Ragu Divaksin gara-gara Termakan Hoaks

Satgas Covid-19 Riau Sebut Ada Nakes Ragu Divaksin gara-gara Termakan Hoaks

Regional
Satu Lagi Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Satu Lagi Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Regional
Hukuman Jerinx Dipangkas, Jaksa Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Siap Kembali Melawan

Hukuman Jerinx Dipangkas, Jaksa Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Siap Kembali Melawan

Regional
Duga Anak Terjebak Saat Rumah Terbakar, Seorang Ayah Nekat Terobos Api, Ternyata Anaknya Pergi Mengaji

Duga Anak Terjebak Saat Rumah Terbakar, Seorang Ayah Nekat Terobos Api, Ternyata Anaknya Pergi Mengaji

Regional
IDI Malang Raya: Sampai Sekarang, Tidak Ada Tenaga Medis yang Menolak Vaksin di Malang

IDI Malang Raya: Sampai Sekarang, Tidak Ada Tenaga Medis yang Menolak Vaksin di Malang

Regional
Polisi Amankan Pedagang di Blora Diduga Salah Gunakan Pupuk Subsidi, Ancamannya 2 Tahun Penjara

Polisi Amankan Pedagang di Blora Diduga Salah Gunakan Pupuk Subsidi, Ancamannya 2 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X