Jejak Sindikat Curanmor Terkuak dari Pekuburan

Kompas.com - 07/05/2013, 14:23 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

GORONTALO, KOMPAS.com — Tiga tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Gorontalo yang berinisial RB (35), DM (22), dan AS (19) yang dibekuk Tim Buser Polres Gorontalo Kota ternyata menggunakan area pekuburan sebagai tempat "membongkar" motor curian.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, Iptu Adhi Pradana, Selasa (7/5/2013), menguraikan, jejak ketiga tersangka mulai terendus saat polisi menemukan sisa-sisa bagian sepeda motor di sebuah area pekuburan di sekitar Jalan Andalas, Kota Gorontalo. "Diduga pekuburan tersebut merupakan tempat ketiga pelaku mempreteli sepeda motor hasil curian sebelum dijual," ujar Adhi.

Adhi menuturkan, para pelaku kemudian memisah-misah onderdil motor curian itu dan melakukan bongkar pasang agar motor-motor tersebut sulit dikenali. "Para pelaku juga berusaha mengikir nomor mesin dan nomor rangka motor-motor curian tersebut," kata Adhi.

Polisi kemudian melakukan pengembangan, dan hasilnya para tersangka kemudian dibekuk di dua tempat berbeda pada Sabtu (4/5/2013) dini hari lalu.

RB dan DM ditangkap di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, sementara AS disergap di Kota Gorontalo. Polisi menembak kaki tersangka DM karena berusaha kabur saat akan ditangkap. "Dua pelaku, yaitu RB dan DM adalah warga Kota Manado, Sulut (Sulawesi Utara). Mereka sejak lama sudah jadi incaran kami," kata Adhi.

Ketiga tersangka diduga merupakan bagian dari sindikat curanmor lintas provinsi yang telah berhasil menggasak 200 unit sepeda motor. "Mereka beraksi di Sulut, Gorontalo, dan sebenarnya berencana akan beraksi lagi lebih ke selatan Pulau Sulawesi. Cuma untungnya mereka keburu kami tangkap," tandas Adhi. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani 'Rapid Test'

16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani "Rapid Test"

Regional
Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa Nyambi Kerja

Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa Nyambi Kerja

Regional
Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Regional
Polisi Selidiki Ambruknya Atap IGD Rumah Sakit Ciamis, Ambil Sampel dari TKP

Polisi Selidiki Ambruknya Atap IGD Rumah Sakit Ciamis, Ambil Sampel dari TKP

Regional
Polisi Temukan 6 Bom Molotov Saat Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Makassar

Polisi Temukan 6 Bom Molotov Saat Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Makassar

Regional
Kasus Positif Covid di Jambi Tembus 1.000 dan 21 Orang Meninggal

Kasus Positif Covid di Jambi Tembus 1.000 dan 21 Orang Meninggal

Regional
Nenek Roslina Marahi Aparat Saat Demo: Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian Polisi

Nenek Roslina Marahi Aparat Saat Demo: Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian Polisi

Regional
Satgas Pemkab Jember Pakai Atribut Calon Petahana, Pansus: Kami Sudah Berkali-kali Ingatkan...

Satgas Pemkab Jember Pakai Atribut Calon Petahana, Pansus: Kami Sudah Berkali-kali Ingatkan...

Regional
Bakal Dibuka Pekan Depan, 2 Bioskop di Semarang Lakukan Simulasi

Bakal Dibuka Pekan Depan, 2 Bioskop di Semarang Lakukan Simulasi

Regional
Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja di Surabaya Kondusif, Polisi Tangkap 169 Orang

Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja di Surabaya Kondusif, Polisi Tangkap 169 Orang

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, Ganjar Minta Warga Jateng di Perantauan Tak Mudik

Libur Panjang Akhir Oktober, Ganjar Minta Warga Jateng di Perantauan Tak Mudik

Regional
Tembakan Gas Air Mata Masuk ke Permukiman, Seorang Nenek Marahi Polisi

Tembakan Gas Air Mata Masuk ke Permukiman, Seorang Nenek Marahi Polisi

Regional
Bupati Madiun Sebut Mitos Bayi Impetigo Jadi Alasan Banyak Warga Buang Popok ke Sungai

Bupati Madiun Sebut Mitos Bayi Impetigo Jadi Alasan Banyak Warga Buang Popok ke Sungai

Regional
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar, Demonstran Bentrok dengan Pendukung Paslon Pilkada

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar, Demonstran Bentrok dengan Pendukung Paslon Pilkada

Regional
Diserang Kelompok Pemuda dengan Sajam, Jamaludin Tewas di RS, Polisi Buru Pelaku Lain

Diserang Kelompok Pemuda dengan Sajam, Jamaludin Tewas di RS, Polisi Buru Pelaku Lain

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X