Kompas.com - 07/05/2013, 10:34 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

LUWU TIMUR, KOMPAS.com — UL, gadis belia berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku kelas III SMP di Kecamatan Towuti, kini hanya bisa meratapi nasibnya. Pasalnya, Ag (41), yang juga ayah kandungnya sendiri, tega merenggut kegadisannya.

Terkuaknya kasus pencabulan anak kandung oleh ayahnya sendiri berawal ketika sang ibu meminta anaknya ikut serta pindah rumah dari Desa Matompi ke Desa Wasuponda. Saat itu, UL berkeras tidak mau ikut tinggal bersama orangtuanya, dan memilih tinggal bersama neneknya di Desa Matompi.

Akibat didesak sang ibu, UL lalu menceritakan alasannya tak mau ikut berpindah rumah. Kaget mendengar cerita anaknya, sang ibu bersama UL lalu melaporkan kasus tersebut ke Polsek Towuti.

Sabtu pekan lalu, di hadapan penyidik, UL mengaku telah empat kali dicabuli oleh Ag. Ironisnya, perlakuan cabul sang ayah telah berlangsung sejak korban masih duduk di bangku kelas II SMP pada 2012 lalu.

"Kejadian ini berawal saat korban bersama ayah dan ibunya sedang nonton TV bersama di ruang keluarga. Saat sang istri masuk ke kamar karena ngantuk, sang ayah tergiur melihat kemolekan tubuh anaknya yang lagi tertidur pulas, dan kemudian menggerayanginya," ungkap Aipda Haris, Kanit Reserse Kriminal Polsek Towuti, Selasa (7/5/2013).

Kepala Polsek Towuti AKP Muhammad Idris membenarkan kasus tersebut. Saat ini pelaku diamankan di ruang tahanan Polres Luwu Timur. Tersangka dijerat Pasal 81 ayat 1 subsider Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.