Kompas.com - 06/05/2013, 14:47 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

 


BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Sejumlah pelaku usaha mikro di Bandar Lampung mengeluhkan tersendatnya pasokan elpiji 3 kilogram akhir-akhir ini, sehingga harganya ikut melonjak.

Suhada (28), pelaku usaha kerupuk kemplang di Teluk Betung, Bandar Lampung, Senin (6/5/2013) mengatakan, akhir-akhir ini dirinya kesulitan mendapatkan pasokan elpiji 3 kg.

Padahal, elpiji tabung hijau itu sangat vital untuk usahanya. Setiap harinya, dirinya menghabiskan sedikitnya 4 tabung elpiji 3 kg untuk mengukus bahan baku kerupuk.

"Akhi-akhir ini memang agak susah (mencari elpiji 3 kg) dan harganya jadi mahal. Di warung-warung daerah kampung saya sudah tidak lagi jual. Agen pun tidak lagi mengantar. Terpaksa saya cari ke luar," ujarnya.

Ia terpaksa mengeluarkan uang lebih mahal dan menyediakan waktu luang mencari elpiji 3 kg. Harganya yang biasanya Rp 15.000 kini menjadi  Rp18.000 - Rp 19.000 per tabung.

Keluhan yang sama juga disampaikan Rio, pedagang gorengan. "Sekarang nyari di warung sekitar sini, Indomaret dan pom bensin sudah sulit. Padahal, saya butuh 3 tabung tiap harinya," ujarnya.

Ia menduga, ada spekulan yang mencoba memanfaatkan situasi. "Sekarang, satpam saja bawa (jualan) elpiji 3 kg karena banyak yang cari. Padahal, sebelumnya tidak pernah," ujarnya seraya menunjuk ke arah seorang satpam yang menyimpan 3 tabung elpiji 3 kg.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X