Kompas.com - 06/05/2013, 12:29 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KENDARI, KOMPAS.com — Ratusan masyarakat Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, melakukan aksi unjuk rasa menuntut percepatan pemekaran Kabupaten Muna Barat dari Kabupaten dari kabupaten induknya, Senin (6/5/2013) siang.

Unjuk rasa ini berlangsung di Tugu Lagadi, Kecamatan Sawerigading, yang merupakan perbatasan wilayah Muna dan Muna Barat. Massa melakukan blokade jalan lintas kabupaten dan menyandera mobil dinas yang melintas di lokasi unjuk rasa. Massa juga membuat keranda mayat bertuliskan Bupati Muna dan DPRD Muna.

Dengan memblokade jalan utama lintas kabupaten, masyarakat Muna melampiaskan kekecewaan mereka terhadap lambannya pengurusan pemekaran Muna Barat dari wilayah asal, yaitu Kabupaten Muna. Aksi blokade jalan ini mengakibatkan akses jalan satu-satunya lintas kabupaten menjadi macet total.

Mobil yang ingin melintas tidak dapat melanjutkan perjalanan karena terhalang oleh batang pohon dan batu gunung, yang diletakkan masyarakat pendemo. Bukan hanya melakukan blokade jalan, masyarakat juga menyandera mobil dinas yang melintas.

Massa menurunkan pemilik mobil ke tengah lokasi unjuk rasa. Dalam orasinya, massa menyesali lambannya kinerja pemerintah, khususnya Bupati Muna, dalam mengurus percepatan Kabupaten Muna Barat. "Kegagalan pemekaran Muna Barat akibat lambannya Bupati Muna merespons desakan masyarakat, jadi bupati harus bertanggung jawab," teriak Natsir Onte.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.