Pelaku Pembunuhan Kabur, Polisi Lalai?

Kompas.com - 06/05/2013, 10:49 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

KENDARI, KOMPAS.com — Pelaku pembunuhan tiga anggota keluarga di Kendari yang kabur melalui plafon Rumah Sakit Jiwa Kendari, Sabtu pukul 18.00 Wita, ternyata tidak mendapat penjagaan aparat kepolisian. Hal itu diakui petugas RSJ Kendari, Suwarno, yang dikonfirmasi di RSJ Kendari.

"Saya selesai piket Sabtu sekitar pukul 17.00 Wita, saat itu saya keluar dan Imsak dijaga oleh petugas Pol PP. Namun, saya tidak melihat ada pihak kepolisian, sekitar selesai shalat maghrib, Imsak dicek, ternyata sudah lolos," tutur Suwarno, Senin (6/5/2013).

Suwarno pernah mengamati Imsak saat pertama kali masuk di RSJ Kendari. Namun, dari pandangannya, Imsak masih memiliki kemampuan motorik yang baik ketika menjawab pertanyaannya.

Menurut Suwarno, pelaku pembunuhan itu dirawat Ruang R Nomor 3 atau ruangan isolasi. Imsak bahkan menempati ruangan khusus sendirian dan tidak digabung dengan pasien RSJ yang lain.  

Suwarno memperkirakan, Imsak (23) kabur dari RSJ dengan cara memanjat bak kamar mandi. "Kalau saya lihat, dia (Imsak) panjat bak kamar mandi, lalu berpegangan di terali jendela, terus bis plafon dicorek sampai kayunya terlepas kayu. Lalu kayu bis plafon dicungkil dari bawah sampai triplek plafon kamar mandi lepas, kemudian dia memanjat dan kabur," katanya.

Setelah itu, lanjut Suwarno, pelaku pembunuhan itu melompat melalui plafon teras belakang yang sudah berlubang. Kemudian dia meloloskan diri dari meja penjagaan yang berjarak lima meter dari RSJ, lewat jalan belakang.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mohammad Faruk Rozi ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan, polisi melakukan pengejaran terhadap Imsak. "Kami sudah maksimal sejauh ini, anggota Satreskrim Polres beserta jajarannya sudah kami kerahkan, tempat-tempat yang diperkirakan dia lari sudah kami awasi," ujar Suwarno.

Namun, terkait instruksi tembak di tempat, polisi yang baru empat hari menduduki posisi sebagai Kasat Reskrim Polres Kendari menggantikan AKP Rofikoh Yunianto ini mengaku akan menunggu arahan Kapolres Kendari. "Terkait itu, saya tunggu arahan Kapolres. Kalau dia berusaha melarikan diri dan melawan, kami tembak di tempat," tandas Suwarno.

Sebelumnya diberitakan, telah terjadi pembunuhan tiga orang anggota keluarga, yakni pasangan Labojo Basri (60), Haslia (59), dan cucunya, Faisal (7), pada Selasa (16/4/2013) pukul 14.30 Wita. Semula polisi menyebut Wahyudin yang merupakan anak Labojo-Haslia dan ayah kandung Faisal sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Namun, ternyata informasi yang dihimpun polisi keliru. Pasalnya, kesaksian yang dikumpulkan berasal dari Husein, anak Basri, yang belakangan diketahui mengalami kelainan jiwa. Imsak, pelaku pembunuhan yang masih kerabat korban, ditangkap polisi di sekitar pelabuhan penyeberangan Wawonii saat hendak melarikan diri ke Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (17/4/2013).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala, Mulai Hilang hingga Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kronologi Kasus Mayat Balita Tanpa Kepala, Mulai Hilang hingga Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Ini Tujuan Dekranasda Jatim Gelar Lomba Desain Produk dan 3D Printing

Ini Tujuan Dekranasda Jatim Gelar Lomba Desain Produk dan 3D Printing

Regional
Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Longsor di Tasikmalaya, Akses Jalan Cikeusal ke Ibu Kota Singaparna Lumpuh

Regional
4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

Regional
Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X