Kompas.com - 06/05/2013, 09:39 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi mulai memverifikasi harta kekayaan para calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Selatan, Senin (6/5/2013). Petugas KPK akan mendatangi kediaman tiap-tiap calon untuk mengecek langsung kebenaran laporan harta kekayaan yang sebelumnya disampaikan para calon kepada KPK.

"Dalam rangka mendorong para cagub dan cawagub Sumsel 2013-2018, KPK akan klarifikasi dan verifikasi harta kekayaan kepada pasangan cagub-cawagub Sumsel," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui siaran pers yang diterima wartawan.

Proses verifikasi calon gubernur dan calon gubernur Sumsel ini akan berlangsung selama empat hari. KPK memulai verifikasi dengan mendatangi rumah tiga calon, Senin ini. Ketiganya adalah calon Gubernur Eddy Santana Putra yang beralamat di Jalan Natuna No 46, 26 Ilir D1, Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, lalu calon wakil gubernur Ishak Mekki di rumahnya di Jalan Telaga No 9, 30 Ilir, Ilir Barat II, Palembang, Sumsel, serta cawagub Maphilinda Boer di Jalan Seduduk Putih No 112, 8 Ilir, Ilir Timur II, Palembang, Sumsel.

Selanjutnya, pada Selasa (7/5/2013) besok, petugas KPK mendatangi rumah calon gubernur Herman Deru di Jalan Hang Jebat No 8, Talang Semut, Bukit Kecil, Palembang, Sumsel, dan kediaman calon gubernur Alex Noerdin di Jalan Merdeka No 23B, Talang Semut, Bukit Kecil, Palembang, Sumsel.

Selain itu, petugas KPK akan mendatangi kediaman dua calon pada Rabu (8/5/2013), yakni cawagub Anisja Djuita Supriyanto (cawagub), Jl Tirtayasa III No 7, Melawai, Jakarta, dan cagub Iskandar Hasan yang beralamat di Jalan Anggrek I Mesjid, Larangan Indah, Tangerang.

Kemudian pada Jumat (10/5/2013), petugas KPK akan mendatangi kediaman cawagub Achmad Hafisz Tohir di Bintaro Jaya Sektor 8 Blok GH 1/6, Jurang Mangu Barat, Tangerang. Proses verifikasi harta kekayaan calon gubernur dan wakil gubernur ini merupakan bagian dari upaya menciptakan pemilihan kepala daerah yang berintegritas dan transparan.

Hasil proses verifikasi nantinya akan diumumkan dan diteruskan ke Komisi Pemilihan Umum daerah setempat. Sebelumnya, KPK juga melakukan verifikasi harta kekayaan calon gubernur dan wakil gubernur daerah lain seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Sumatera Utara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.