Kompas.com - 06/05/2013, 07:01 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Aksi pungutan liar masih saja ditemukan untuk proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Pungutan tersebut tak sesuai dengan ketentuan pemerintah. Kali ini, pungutan tersebut terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur. Sejumlah oknum petugas mematok tarif Rp 40 ribu untuk setiap pengurusan e-KTP.

Bupati TTU Raymundus Fernandes pun geram. Dia mengatakan, dalam kunjungan kerja di Kecamatan Mutis, ia menerima keluhan warga yang masih dipungut Rp 35-40 ribu untuk pembuatan e-KTP di empat desa. "Alasan (pungutan) karena warga terlambat membuat e-KTP," ujar Fernandes gusar, Minggu (5/5/2013) petang.

Selain itu, imbuh Fernandes, oknum tersebut pun berdalih pungutan itu dibutuhkan untuk memasukkan data masyarakat ke komputer. Jumlah warga yang diminta membayar pungutan itu, aku Fernandes, mencapai ribuan orang. Mereka, sebut dia, adalah warga desa yang berbatasan darat langsung dengan Distrik Oekusi Timor Leste, yakni Desa Tasinifu, Naekake A, Naekake B, dan Noelelo di Kecamatan Mutis.

Berdasarkan pengaduan warga itu, Fernandes sudah menugaskan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Swibertus Salu, untuk menelusuri siapa pelaku pungutan liar untuk biaya pembuatan e-KTP di empat desa itu. "Kalau memang benar uang itu dipungut oleh petugas pembuat e-KTP maupun petugas di Kecamatan, uang itu harus segera dikembalikan," tegas dia.

Fernandes juga sudah memanggil operator pembuat e-KTP yang bertugas di kecamatan tersebut. Namun, petugas itu mengaku tidak memungut biaya apa pun sehingga Fernandes khawatir pungutan dilakukan oknum petugas kecamatan.

"Semua biaya pembuatan e-KTP ditanggung negara. Artinya, warga terima gratis, tidak ada pungutan liar," tegas Fernandes. Dia berjanji memberikan sanksi tegas bila terbukti pelaku pungutan liar itu adalah pegawai negeri, sedangkan bila pelaku adalah pegawai kontrak, lanjut dia, kontraknya akan langsung dihentikan. Dia pun meminta masyarakat menolak bila diminta biaya apa pun terkait pembuatan e-KTP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.