Papandayan Siaga

Kompas.com - 06/05/2013, 02:58 WIB
Editor

Bandung, Kompas - Status Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga sejak Minggu (5/5) pukul 12.00. Sebanyak 11.544 warga yang tinggal di lima kecamatan diharapkan tenang. Belum ada instruksi bagi mereka untuk mengungsi.

”Lima kecamatan itu adalah Cisurupan, Pamulihan, Bayongbong, Pakenjeng, dan Sukaresmi,” kata Kepala  Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, kenaikan status itu didasarkan pada sejumlah indikasi. Salah satunya, peningkatan aktivitas kegempaan. Minggu kemarin, pukul 00.00 hingga 06.00, tercatat 60 kali gempa tektonik lokal dan 10 kali gempa vulkanik dangkal. Semakin banyak gempa vulkanilk dangkal artinya magma sudah dekat dengan permukaan.

”Obyek wisata, seperti Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk, direkomendasikan ditutup sementara,” kata Sutopo.

Kepala PVMBG Badan Geologi Surono mengatakan, sejauh ini belum ada rekomendasi pengungsian. Warga hanya diimbau tidak mendekati gunung dalam radius 2 kilometer dari puncak. Adapun kawasan terdekat yang dihuni masyarakat sekitar 5 km dari puncak.

Surono mengatakan, ada tiga kemungkinan potensi bahaya jika aktivitas Gunung Papandayan terus meningkat. Potensi bahaya adalah erupsi freatik (keluarnya lumpur atau uap) secara tiba-tiba disertai keluarnya gas beracun atau terjadinya erupsi gas terarah. Potensi bahaya lainnya adalah longsoran tebing di sekitar kawah Gunung Papandayan yang dapat memicu terjadinya lahar.

”Lahar hujan berpotensi terjadi saat hujan lebat. Terpantau ada penumpukan material hasil erupsi sebelumnya di hulu Sungai Cibeureum, Cidedela, dan Sungai Ciparugpug,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gunung Papandayan tercatat beberapa kali meletus, yakni pada 1772, 1923, 1942, 1993, dan 2003. Letusan tahun 1772 menghancurkan 40 desa dan menewaskan sekitar 2.951 jiwa. Kejadian itu menyebabkan daerah sekitarnya tertutup longsoran mencapai 10 km dengan lebar 5 km. ”Pada 13 Agustus 2011, Papandayan juga pernah dinaikkan statusnya jadi Siaga,” tutur Surono.

Apabila terjadi erupsi, terdapat lima kecamatan yang terdampak langsung, yaitu Cisurupan (10 desa), Pamulihan (4 desa), Bayongbong (2 desa), Pakenjeng (2 desa), dan Sukaresmi (2 desa). Total penduduk terdapat 11.544 jiwa.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jateng, kemarin, menghentikan masa tanggap darurat gempa di Dataran Tinggi Dieng. Pemantauan aktivitas Kawah Timbang yang statusnya masih dinyatakan Siaga akan dilakukan berkala. Petugas Posko Siaga Darurat Bencana Kawah Timbang BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo, mengatakan, saat ini BPBD dan Bupati Banjarnegara masih membahas masa transisi darurat. (CHE/AIK/GRE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.