Kompas.com - 05/05/2013, 17:54 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

 

 

PALANGKARAYA, KOMPAS.com-  Para buruh di Kalimantan Tengah masih sulit memperoleh kebebasan berserikat.

Mereka kerap ditekan sehingga pembentukan serikat buruh tak mudah dilakukan. Karena itu, sangat banyak buruh yang belum mengetahui hak-haknya.

Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalteng, Karliansyah di Palangkaraya, Kalteng, Minggu (5/5/2013), mengatakan, sebagian perusahaan masih menganggap serikat buruh hanya membuat masalah saja.

Bahkan, serikat buruh dianggap sebagai musuh .  

"Saya menyerukan para buruh untuk berserikat agar mereka bisa memperjuangkan dan mengetahui hak-haknya. Saat ini, masih banyak b uruh di Kalteng yang tertindas," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karliansyah mengatakan, pihaknya menerima laporan nasib sejumlah buruh yang mengalami ketidakadilan.  

Seorang buruh perempuan pemetik sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur, misalnya, sudah empat bulan terakhir hilang.

Padahal, ia punya anak yang masih menyusu, tuturnya. Namun, pihak perusahaan tidak melaporkan buruhnya yang hilang kepada polisi . Bahkan, suami buruh tersebut diusir.

Di Kabupaten Katingan, dua buruh laki-laki dan satu buruh perempuan perkebunan sawit diberhentika n begitu saja karena sudah tua.

Seharusnya mereka mendapatkan semacam pensiun. Selain itu, upah minimum kabupaten/kota umumnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak, tuturnya.

Demikian pula dengan tempat tinggal para buruh di sekitar perkebunan yang belum dipasangi saluran air bersih.

Karliansyah mengatakan, kondisi itu sangat tidak manusiawi. Suplai air bersih tidak ada. Pembuangan air juga belum disediakan, ujarnya.  

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X