Kompas.com - 05/05/2013, 11:51 WIB
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA,KOMPAS.com — Sebuah gudang di Desa Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, ludes terbakar, Minggu (5/5/2013) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Terbakarnya gudang pembuatan busa tempat tidur ini membuat gempar warga setempat karena lokasinya di tengah permukiman warga.

Kusman (34), seorang saksi mata yang tinggal tak jauh dari lokasi kebakaran, menuturkan, kejadian kebakaran awalnya diketahui oleh anaknya, Akila (7), sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu Akila sedang bermain di halaman. "Ayah, ayah, dari depan rumah keluar bau kebakar. Ada asapnya," kata Kusman menirukan ucapan Akila.

Setelah itu Kusman keluar dan melihat asap sudah cukup tebal. Ia lantas lari ke gerbang depan gudang itu. Namun, karena pintu itu dikunci, ia hanya bisa berteriak sambil memukul-mukul pintu. "Pintu teralis dikunci, saya pukul-pukul gerbangnya sambil teriak kebakaran," ungkapnya.

Warga yang mendengar teriakan itu lantas berdatangan dan berusaha memadamkan dengan alat seadanya. "Pak RT lantas menghubungi pemadam kebakaran karena api semakin besar," tutur Kusman.

Kusman mengungkapkan, saat api berkobar, ia mendengar sekitar lima kali suara ledakan. Dia menduga ledakan itu berasal dari drum-drum berisi cairan tiner di dalam gudang. Tak berselang lama, dua mobil unit pemadam kebakaran datang, sekitar pukul 08.40 WIB petugas pemadam kebakaran di bantu warga masyarakat berhasil menjinakkan api.

Sementara itu, Kapolsek gamping Kompol Widyanto mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi. Namun, untuk sementara diduga karena korsleting listrik. "Di pabrik tersebut memang tidak ada penjaga malamnya. Kerugian ditaksir Rp 200 juta," kata Widyanto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X