Kompas.com - 04/05/2013, 21:28 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

TENGGARONG, KOMPAS.com- Kenaikan harga bahan bakar minyak subsidi yang belum juga dilakukan pemerintah pusat, disayangkan pemerintah daerah di Kalimantan Timur. Jika terlalu lama, masyarakat semakin resah, terutama di daerah terpencil.

Dafip Haryanto, Kepala Humas Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim, mengatakan, jika harga BBM subsidi hendak dinaikkan, segera saja dinaikkan. Yang penting, BBM-nya tersedia, tidak langka, dan masyarakat tidak antre untuk mendapatkannya.

"Soal harga, masyarakat saya kira tidak mempermasalahkan," ujar Dafip, Sabtu (4/5/2013).

Di Tenggarong yang adalah ibu kota Kutai Kartanegara saja, BBM subsidi sulit didapat. Setiap hari, antrean panjang terjadi di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), juga Agen Penjual Minyak dan Solar (APMS).

Pendapat senada disampaikan Kepala Humas Pemkab Kutai Barat Toni Imang. "Pertamax saja laku di Kubar. Jadi, jika harga BBM subsidi, misalnya bensin, ditetapkan sedikit di bawah harga pertamax, saya yakin juga laku," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.