Kompas.com - 04/05/2013, 21:16 WIB
|
EditorLaksono Hari W

SITUBONDO, KOMPAS.com - Selain dua warga sipil yang tewas akibat terkena bom sisa dari latihan gabungan TNI 2013 di Situbondo, Sabtu (4/5/2013), empat warga lain mengalami luka-luka karena terkena serpihan bom.

Bom yang meledak itu merupakan sisa materi dari bom yang tidak meledak saat TNI menggelar latgab pada Jumat (3/5/2013). Dua korban tewas bernama Syukur (35), warga Dusun Sekarputih, Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, dan Untung (40), warga Dusun, Belengguan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Adapun korban luka adalah Ahmad Asyari (60), Yunus (55), Sunaryo (41), serta Didik (40). Keempatnya warga Dusun Belengguan, Desa Sumberwaru. Mereka langsung dilarikan ke ruang UGD Puskesmas Banyuputih, sedangkan korban tewas langsung dilarikan ke kamar mayat rumah sakit terdekat.

Musibah yang dialami keenam warga itu terjadi saat mereka membongkar seng sisa sasaran tembak yang masih berdiri di Pusat Latihan Tempur Marinir, Baluran, Karang Tekok, Asembagus, Situbondo. Namun, saat sedang membongkar rumah-rumahan itu, salah satu korban menemukan bom yang  tidak meledak saat latihan berlangsung. Namun, tiba-tiba bom itu meledak. Saat bom meledak, Syukur dan Untung berada di lokasi paling dekat.

"Saya diajak Syukur untuk membongkar seng di tempat sasaran tembak pada latgab. Karena saat latgab ada sebagian yang tidak kena. Dalam sehari saya dikasih upah Rp 50.000 untuk membongkar," kata Sunaryo, salah satu korban luka.

Hingga kini belum diketahui secara pasti jenis bom yang meledak tersebut. Sunaryo mengaku tidak tahu ukuran bom yang meledak karena saat kejadian itu lokasinya berjauhan dengan lokasi ledakan. Saat itu Sunaryo sedang membongkar rumah-rumahan bekas sasaran tembak, tiba-tiba terdengar bunyi ledakan keras hingga dia ikut terpental.

Dandim 0823 Situbondo Letkol Arm Sugeng Riyadi membenarkan adanya dua korban tewas akibat ledakan bom di sekitar areal latgab TNI. "Memang ada korban tewas akibat ledakan bom. Namun, kami tidak tahu secara pasti tentang jenis bom yang meledak tersebut," ujarnya.

Di Jakarta,

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.