Kompas.com - 04/05/2013, 19:43 WIB
|
EditorLaksono Hari W

SEMARANG, KOMPAS.com - Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa rem bus PO Nugroho yang mengalami kecelakaan di Jalan Dr Wahidin, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/5/2013), tidak berfungsi. Hal itu diperparah dengan posisi bus yang ternyata pada posisi gigi netral pada jalan menurun.

Kasatlantas Polrestabes Semarang Ajun Komisaris Besar Faizal, Sabtu (4/5/2013) mengatakan, sebelum jalan menuruni turunan Tanah Putih, bus yang dikemudikan oleh Susanto itu sudah mulai kehilangan keseimbangan. Ketika turun dan melewati tikungan terjal, bus mulai tidak terkendali. Di saat bersamaan, bus dalam posisi gigi netral.   Sopir awalnya hendak mengurangi gigi, tetapi justru langsung ke posisi netral.

"Tapi karena laju kendaraan sudah kencang akhirnya gagal, sehingga bus terus melaju ke bawah. Kecepatan saat itu diperkirakan 70 kilometer per jam," ujarnya.

Kanit Lantas Polrestabes Semarang Ajun Komisaris Slamet menambahkan, saat posisi bus sudah tidak terkendali, bus menghantam mobil Nissan Grand Livina di depannya. Mobil tersebut searah dengan bus. Bus terus melaju keluar jalur dan menabrak sejumlah sepeda motor dan dua mobil dari arah berlawanan. Bus baru berhenti setelah menyeret mobil sedan dan menabrak baliho besar di pinggir jalan.

"Menurut pengakuan sopir, saat itu kondisinya panik mendapati rem blong setelah memasuki jalan turunan sehingga bus oleng," katanya.

Saat ini sopir bus tersebut sudah dinyatakan sebagai tersangka. Meski begitu, polisi masih melakukan penyelidikan lebih mendalam. Polisi akan memeriksa pemilik bus serta teknisi atau montir bus sebab tidak semua kecelakaan disebabkan kelalaian sopir.

Faizal mengatakan, polisi juga masih menimbang pelanggaran apa yang dilakukan sopir bus dan pasal yang akan dijatuhkan pada sopir. Polisi akan lebih berhati-hati dalam menangani insiden ini sebab bisa saja hal itu bukan hanya dikarenakan kelalaian sopir. Apalagi, sopir diketahui tidak ugal-ugalan serta tidak melanggar lalu lintas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, sejumlah korban luka masih menjalani perawatan. Satu korban bernama Sri Mulyani masih berada di unit perawatan intensif RS Roemani Semarang karena kondisinya masih belum stabil dan butuh pantauan intensif. Dua korban lainnya juga menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut. Total korban akibat kecelakaan itu sebanyak 15 orang, tiga di antaranya meninggal dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.