Kompas.com - 03/05/2013, 21:46 WIB
Penulis Nina Susilo
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Klaim bahwa masalah perbatasan antara Musi Banyuasin dan Musi Rawas masih akan diklarifikasi DPR setelah reses, akhir Mei.

Sebelum batas wilayah induk rampung ditetapkan, pembahasan calon daerah otonom baru Musi Rawas Utara (Muratara) belum bisa dilakukan.

Wakil Ketua Komisi II DPR, Arif Wibowo, Jumat (3/5/2013) di Jakarta, menjelaskan, DPR perlu memastikan tidak ada masalah perbatasan di lapangan. Sebab, wilayah Subhan IV memiliki sumur gas dan menjadi sengketa antara Musi Rawas dan Musi Banyuasin. Klarifikasi baru bisa dilakukan di masa persidangan berikut, setelah reses.

Kemarin, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menilai masalah batas kedua wilayah itu harus dilihat secara detail. Sebab, selain sengketa batas, masalah ini terkait investasi yang sudah berjalan. Beberapa pengusaha sudah mendapatkan izin pengelolaan tambang dari kedua daerah. Penyelesaian sengketa batas sekaligus mempertimbangkan kelanjutan usaha di sana.

Di sisi lain, tambah Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Djohermansyah Djohan, ada pula wilayah Sarolangun yang disengketakan oleh Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Kemarin, Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum masih memfinalisasi wilayah ini bersama kedua Gubernur. Sepanjang batas wilayah induk belum ditetapkan dalam Peraturan Mendagri, pembahasan calon wilayah baru Musi Rawas Utara masih tertunda.

"Kami hanya berpegang pada persyaratan pada Peraturan Pemerintah (78/2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah Otonom). Demo tidak akan menjadi pertimbangan dalam memekarkan wilayah. Demo dan rusuh bukan tanggung jawab DPR, sebab pembahasan daerah baru berdasarkan aturan. Kalau memenuhi syarat, tanpa demo pun, tetap disahkan," kata Gamawan.

Mendagri mengingatkan, pemerintah tetap berpendapat sebaiknya daerah-daerah yang ada diefektifkan dulu. Apalagi, pemekaran berarti organisasi baru dan alokasi anggaran tambahan. Namun, DPR mengajukan usulan inisiatif 19 daerah otonom baru dan pemekaran bisa dilakukan sepanjang memenuhi syarat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.