Pengasapan Gedung Rektorat Buntut Kebuntuan Pembahasan UKT

Kompas.com - 03/05/2013, 20:21 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, yang tergabung dalam Save Soedirman, akan meminta Komisi Informasi Publik (KIP) agar pihak universitas membuka buku keuangannya. Pengasapan di gedung rektorat dengan petasan, merupakan buntut buntunya pembahasan uang kuliah tunggal (UKT) yang dinilai penuh kejanggalan.

Koordinator Save Soedirman, Munirah Dinayati, Jumat (3/5/2013) di Purwokerto, mengatakan, mahasiswa juga berniat melaporkan indikasi korupsi ke kejaksaan. "Kami sadar, sekarang banyak yang menyerang kami. Tapi tekad kami sudah jelas, kami ingin kampus yang kami cintai bebas dari korupsi dan biaya kuliah murah," katanya.

Sebelumnya, Kamis kemarin, belasan mahasiswa dari Save Soedirman terlibat aksi pembakaran petasan asap di gedung rektorat Unsoed. Peristiwa pembakaran petasan asap terjadi setelah Rektor Unsoed Edy Yuwono menghadiri upacara Hari Pendidikan Nasional di halaman Gedung Pusat Administrasi Unsoed, sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut Prihatono, koordinator satuan pengamanan Unsoed, di lantai 2 dan 3 gedung rektorat, sejumlah mahasiswa menyalakan petasan asap. Ruangan disesaki asap dan menyesakkan pernapasan, sehingga akhirnya seluruh penghuni gedung segera dievakuasi keluar.

Bahkan, beberapa saksi dari pihak rektorat Unsoed mengklaim ada mahasiswa yang melemparkan petasan asap ke arah rombongan Rektor. Petugas Satuan Pengamanan (Satpam) Unsoed saat itu segera menghalau petasan asap tersebut.

Satpam juga sempat mengejar belasan mahasiswa tersebut dan beberapa di antaranya dapat ditangkap. Namun akhirnya dilepas karena dibela teman-temannya.

Soal insiden pengasapan dengan petasan, kata Munirah, hal itu merupakan rangkaian panjang kebuntuan pembahasan UKT. Terlebih lagi saat penetapan, Save Soedirman tidak dilibatkan.

Perlawanan mahasiswa menolak nominal UKT sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Pada 12 Desember 2012, sekitar 1.500 mahasiswa menggelar aksi damai menduduki Gedung Pusat Administrasi selama lima hari.

Selanjutnya pada 17 Desember, Rektor Unsoed Edy Yuwono menandatangani perjanjian bermaterai yang isinya akan melibatkan mahasiswa dalam penyusunan UKT. Namun, secara sepihak pada 15 April lalu, rektorat menetapkan UKT yang nominalnya antara Rp 2,4 juta hingga Rp 15 juta.

Setelah itu, mahasiswa melayangkan somasi pada rektorat tertanggal 29 April. Somasi tak dijawab sehingga mahasiswa menumpahkan kekesalannya dengan mengasapi rektorat dengan petasan asap.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Regional
Viral Video Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Viral Video Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Regional
Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Regional
4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

Regional
Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Regional
2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

Regional
Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Regional
Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Regional
Polisi Hancurkan 563 Knalpot 'Racing'

Polisi Hancurkan 563 Knalpot "Racing"

Regional
Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Regional
6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

Regional
Soal Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Jilbab, Kadisdik Padang: Aturan Itu Tidak Berlaku

Soal Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Jilbab, Kadisdik Padang: Aturan Itu Tidak Berlaku

Regional
2 Polisi Ikut Jadi Korban Gas Proyek Geothermal di Mandailing Natal

2 Polisi Ikut Jadi Korban Gas Proyek Geothermal di Mandailing Natal

Regional
Tidak Terima Mau Digugat Cerai, Motif Pria Ini Jebak Istri Pakai Sabu Biar Ditangkap Polisi

Tidak Terima Mau Digugat Cerai, Motif Pria Ini Jebak Istri Pakai Sabu Biar Ditangkap Polisi

Regional
Pulau Kundur Jadi Wajah Baru Industri di Kabupaten Karimun

Pulau Kundur Jadi Wajah Baru Industri di Kabupaten Karimun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X