Kompas.com - 03/05/2013, 20:19 WIB
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com - Oknum TNI berinisial Pratu S (30) yang bertugas di Kodim 0204/DS Bagian Amunisi dan rekannya, Hendra Dermawan (28), warga Dusun Barus Jahe, Desa Jentera, Kecamatan Stabat, Langkat, kritis setelah menjadi korban amuk warga Jalan Ginting, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Kamis (2/5/2013) dini hari kemarin.

Informasi di Mapolsekta Pancurbatu menyebutkan, keduanya dicurigai warga terlibat sindikat "bajing loncat" di truk Colt Diesel BK 8969 CF yang dikemudikan Aleksander Ginting (25) dan kernetnya, Pinton Tarigan (39).

Truk bermuatan 8 ton Kemiri ini hendak menuju gudang di Jalan Binjai KM 12. Saat melintas di Jalan Jamin Ginting Sibolangit, Aleksander melihat dari kaca spion ada dua unit sepeda motor membuntutinya tanpa menyalakan lampu.

"Aku curiga karena mereka tidak menyalakan lampu padahal hari gelap. Takut jadi sasaran aksi mereka, aku menghentikan truk di tempat terang persisnya dekat lapo tuak di Sibolangit," beber Aleksander.

Saat truk berhenti, seorang warga di lapo tuak melihat ada yang melompat dari atas truk. Warga curiga kalau itu kawanan bajing loncat. Beberapa saat kemudian datang dua laki-laki mengendarai sepeda motor langsung membawa turun sesuatu dari truk.

"Sebelum turun dari truk, aku dengar teriakan bajing loncat dari warga. Aku berusaha mengejar tapi tak berhasil karena dihadang ketiga pria lain," ujarnya.

Kemudian, datang Pratu S mengendarai sepeda motor jenis Vixion warna merah dan berhenti di salah satu klinik tak jauh dari lapo tuak tersebut. Karena curiga tak menyalakan lampu sepeda motornya, warga pun menghampiri Pratu S sambil menanyakan tujuannya. Anggota TNI ini terlihat gugup. Awalnya, dia mengaku mau memperbaiki lampu sepeda motornya, lalu berubah dengan mengatakan hendak berobat karena sakit gula.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika identitasnya ditanya warga, Pratu S tak bisa memperlihatkan karena tak membawa kartu identitas. Kecurigaan warga semakin kuat, apalagi di daerah mereka sering terjadi aksi kejahatan terhadap truk-truk, akhirnya Pratu S dihajar warga hingga babak belur.

Personel Reskrim Polsekta Pancurbatu yang tiba di lokasi kejadian langsung membawa korban bersama Aleksander dan Pinton untuk dimintai keterangan. Aleksander mengaku, tenda penutup buah kemiri sudah koyak dan kunci besi penutup bak sempat dirusak.

"Koyak tenda biru penutup buah dan gemboknya rusak. Aku yakin mereka inilah pemainnya yang sering mengambili isi truk-truk yang melintas di kawasan ini," kata Aleksander.

Kapolsekta Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu mengatakan, pihaknya mengamankan pria berinisial S setelah dihajar massa di daerah Sibolangit terkait kasus perampokan. Sedangkan rekan Pratu S, Hendra Dermawan terpaksa dilarikan ke klinik terdekat karena mengalami luka serius.

"Kita meminta keterangan oknum TNI yang saat ini sudah dijemput Denpom. Sedangkan temannya, Hendra berada di klinik karena kritis dihajar massa," kata Darwin, Jumat (3/5/2013).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.