Kompas.com - 03/05/2013, 15:01 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, ia akan mengambil sikap tegas kepada kontraktor yang ditunjuk untuk menyelesaikan pembangunan jalan layang non-tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang. Paket pembangunan di Jalan Mas Mansyur harus selesai pada akhir Juni 2013.

"Yang jelas sekarang ketika kita katakan, Anda harus meneruskan lagi sampai Juni selesai. Kalau Juni tidak selesai, kita enggak bisa sambung lagi," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Jumat (3/5/2013).

Proyek itu sempat terhenti di saat pengerjaannya tinggal menyisakan 10 persen. Proyek itu seharusnya selesai pada tahun lalu, tetapi molor. Basuki menyatakan, pengerjaan proyek dihentikan karena dana untuk menyelesaikan proyek yang didanai secara multiyears (bertahap) telah habis dan tidak dialokasikan dalam APBD 2013.

Untuk melanjutkan proyek tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memerlukan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengetahui penyebab molornya pengerjaan proyek. Kontraktor untuk paket Mas Mansyur adalah PT Istaka Karya dan pembayaran dilakukan secara multiyears (bertahap).

"Untuk pembangunan yang sampai Juni akan kita bayar. Tapi, kalau yang tahun 2012, ya mau tidak mau itu sebagai utang daerah. Utang daerah diaudit berapa nilainya dan kita akan bayar, duitnya ada," kata Basuki.

Ia mengatakan, saat ini proyek JLNT sudah tidak ada masalah dan sudah dianggarkan pengerjaannya ke dalam APBD Perubahan DKI 2013. Basuki pun merasa geram mengapa masyarakat Jakarta menafsirkan bahwa ia menghentikan pengerjaan proyek JLNT. Padahal, PT Istaka Karya sebagai kontraktor yang memberhentikan proyek itu di tengah jalan.

"Bukan saya yang memberhentikan. Dia yang berhenti karena kehabisan uang. Nah, kita mau bayar, ternyata prosedurnya masih harus melalui proses audit," jelas mantan Bupati Belitung Timur itu.

Proyek itu baru terealisasi sekitar 90 persen. Proyek senilai Rp 840 miliar itu semestinya sudah selesai pada Desember 2012. Atas keterlambatan itu, Basuki menilai proyek tersebut wanprestasi dan ia memutuskan untuk menghentikan pembangunannya sampai audit selesai dilakukan.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga meminta agar proyek JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang dapat diselesaikan dengan cepat. Ia menegaskan, proyek itu sudah selesai pada 29 Juni 2013.

Pengerjaan proyek ini dimulai tahun 2010 dan dikerjakan dalam beberapa paket. Paket Casablanca dikerjakan kontraktor PT Wijaya Karya dan PT Wijaya Konstruksi. Lalu paket Dr Satrio dikerjakan PT Adhi Karya. Adapun paket Mas Mansyur dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Sumber Sari dengan subkontraktor PT Nindya Karya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.