Kompas.com - 03/05/2013, 12:05 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

KUPANG, KOMPAS.com — Nusa Tenggara Timur sangat cocok untuk pabrik garam. Daerah ini memiliki sembilan bulan musim kemarau dan tiga bulan musim hujan.

Suhu udara di NTT berkisar 28-37 derajat celsius, sangat cocok untuk usaha garam. Jika dikelola secara profesional, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT Fredy Tielman di Kupang, Jumat (3/5/2013), mengatakan, daerah ini telah ditetapkan menjadi salah satu sentra garam nasional, tetapi sampai hari ini belum ada investor yang serius menginvestasi, kecuali PT Cheetam Salt Ltd dari Australia.

Kebutuhan akan garam di NTT 21.000 ton, tetapi baru terpenuhi 8.000 ton. Artinya, 13.000 ton garam harus didatangkan dari luar NTT.

Garam yang diproduksi di NTT hanya dari garam rakyat, yang sudah berlangsung puluhan tahum silam.

Garam rakyat ini menyebar hampir di seluruh NTT, tetapi jumlahnya terbatas dan kualitas belum mencapai standar pasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.